AYO MENGHAFAL AL-QUR'AN: Mari bergabung menjadi penghafal Al-Qur'an dalam grup whatsapp dengan metode MANDIRI: 1.Sistematis, 2. Informatif 3. Simpel; Info & Pendaftaran Ikhwan klik MUSHAF1 dan Akhawat klik MUSHAFAH 1KONSULTASI WARIS ISLAM. Butuh solusi masalah waris keluarga online dan cepat ? klik KONSULTASI

Dalil atau Landasan Pembagian Waris Menurut Hukum Islam

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Jika memperturutkan hawa nafsu belaka, tentulah para manusia di dalam membagi harta warisan untuk keluarganya, akan menggunakan cara sesuai kemauan pemilik harta , yang pembagiannya sangat subjektif, memberi kepada hanya ahli waris tertentu saja, besarannya terserah maunya dsb., padahal pembagian dan besaran waris itu berdasar kehendak Allah. Maka dituangkanlah dasar ketentuan-ketentuan itu di dalam Al-Qur'anul Karim, hadits Rasulullah saw., dan beberapa bagian yang detail atau lebih rinci bisa berdasarkan fatwa para sahabat atau ijma' para ulama sesudahnya. 
Berikut adalah ayat-ayat al-Qur''an dan hadits yang menjadi pedoman pembagian waris menurut hukum Islam

1. Harta Waris ANAK Yatim

  • Ditahan jika mereka belum dewasa.وَٱبۡتَلُواْ ٱلۡيَتَـٰمَىٰ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغُواْ ٱلنِّكَاحَ فَإِنۡ ءَانَسۡتُم مِّنۡہُمۡ رُشۡدً۬ا فَٱدۡفَعُوٓاْ إِلَيۡہِمۡ أَمۡوَٲلَهُمۡ‌ۖ ;Dan ujilah anak-anak yatim itu (sebelum baligh) sehingga mereka cukup umur (dewasa). Kemudian jika kamu nampak dari keadaan mereka (tanda-tanda yang menunjukkan bahawa mereka) telah cerdik dan berkebolehan menjaga hartanya, maka serahkanlah kepada mereka hartanya.(Q.S.An-Nisa: 6).
  • Jangan dimakan melampaui batas...(Q.S. An-Nisa: 6)وَلَا تَأۡكُلُوهَآ إِسۡرَافً۬ا وَبِدَارًا أَن يَكۡبَرُواْ‌ۚ وَمَن كَانَ غَنِيًّ۬ا فَلۡيَسۡتَعۡفِفۡ‌ۖ وَمَن كَانَ فَقِيرً۬ا فَلۡيَأۡكُلۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ‌ۚ; dan janganlah kamu makan harta anak-anak yatim itu secara yang melampaui batas dan secara terburu-buru (merebut peluang) sebelum mereka dewasa dan sesiapa (di antara penjaga harta anak-anak yatim itu) yang kaya maka hendaklah dia menahan diri (dari memakannya) dan sesiapa yang miskin maka bolehlah dia memakannya dengan cara yang sepatutnya.... (Q.S. An-Nisa: 6). 
  • Menghadirkan saksi ketika menyerahkannya. فَإِذَا دَفَعۡتُمۡ إِلَيۡہِمۡ أَمۡوَٲلَهُمۡ فَأَشۡہِدُواْ عَلَيۡہِمۡ‌ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبً۬ا; Kemudian apabila kamu menyerahkan kepada mereka hartanya, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (yang menyaksikan penerimaan) mereka dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (akan segala yang kamu lakukan). (Q.S. An-Nisa: 6).

2. Hak Laki-Laki dan Perempuan:

Keduanya memiliki hak mewarisi peninggalan orang tua dan kerabatnya (jaman jahiliyyah hanya laki-laki saja.)
- Besaran bagian keduanya sudah menjadi ketetapan Allah.
لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ۬ مِّمَّا تَرَكَ ٱلۡوَٲلِدَانِ وَٱلۡأَقۡرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ۬ مِّمَّا تَرَكَ ٱلۡوَٲلِدَانِ وَٱلۡأَقۡرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنۡهُ أَوۡ كَثُرَ‌ۚ نَصِيبً۬ا مَّفۡرُوضً۬ا 
Orang-orang lelaki ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian pusaka dari peninggalan ibu bapa dan kerabat, samada sedikit atau banyak dari harta yang ditinggalkan itu; iaitu bahagian yang telah diwajibkan (dan ditentukan oleh Allah). (Q.S. An-Nissa: 7).


3. Memberi Kepada Yang Hadir

- Kerabat (ulul arham)
- Anak yatim (ortunya meninggal lebih dahulu)
- Fakir miskin.
وَإِذَا حَضَرَ ٱلۡقِسۡمَةَ أُوْلُواْ ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰڪِينُ فَٱرۡزُقُوهُم مِّنۡهُ وَقُولُواْ لَهُمۡ قَوۡلاً۬ مَّعۡرُوفً۬
Dan apabila kerabat (yang tidak berhak mendapat pusaka) dan anak-anak yatim serta orang-orang miskin hadir ketika pembahagian (harta pusaka) itu, maka berikanlah kepada mereka sedikit daripadanya dan berkatalah kepada mereka dengan kata-kata yang baik. (Q.S. An-Nisa: 8).


4. Bagian Waris Untuk Anak dan ORANG TUA:

  1. Anak laki-laki 2 x bagian anak perempuan. يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوۡلَـٰدِڪُمۡ‌ۖ لِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ‌ۚ; Allah perintahkan kamu mengenai (pembahagian harta pusaka untuk) anak-anak kamu, iaitu bahagian seorang anak lelaki menyamai bahagian dua orang anak perempuan....(Q.S. An-Nisa: 11).
  2. Bagian anak perempuan jika sendiri (tidak ada anak laki-laki) adalah 1/2,   Jika jumlah anak perempuan itu 2 atau lebih, mereka bersekutu dalam 2/3. فَإِن كُنَّ نِسَآءً۬ فَوۡقَ ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ‌ۖ وَإِن كَانَتۡ وَٲحِدَةً۬ فَلَهَا ٱلنِّصۡفُ‌ۚ; Tetapi jika anak-anak perempuan itu lebih dari dua, maka bahagian mereka ialah dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh si mati dan jika anak perempuan itu seorang sahaja, maka bahagiannya ialah satu perdua (separuh)...(Q.S. An-Nisa: 11). 
  3. Bagian ortu, jika alm. mempunyai anak, masing-masing= 1/6.   Jika alm. tidak mempunyai anak, maka ibu dapat 1/3, sisanya untuk si bapak.   Tetapi jika alm. mempunyai min 2 saudara, si ibu hanya dapat 1/6, sisanya untuk bapak. وَلِأَبَوَيۡهِ لِكُلِّ وَٲحِدٍ۬ مِّنۡہُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن لَّمۡ يَكُن لَّهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَوَرِثَهُ ۥۤ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ‌ۚ فَإِن كَانَ لَهُ ۥۤ إِخۡوَةٌ۬ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ‌ۚ ; dan bagi ibu bapa (si mati), tiap-tiap seorang dari keduanya: Satu perenam dari harta yang ditinggalkan oleh si mati, jika si mati itu mempunyai anak. Tetapi jika si mati tidak mempunyai anak, sedang yang mewarisinya hanyalah kedua ibu bapanya, maka bahagian ibunya ialah satu pertiga. Kalau pula si mati itu mempunyai beberapa orang saudara (adik-beradik), maka bahagian ibunya ialah satu perenam....(Q.S. An-Nisa: 11).
  4. Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, mengapa menetapkan seperti itu. ءَابَآؤُكُمۡ وَأَبۡنَآؤُكُمۡ لَا تَدۡرُونَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ لَكُمۡ نَفۡعً۬ا‌ۚ فَرِيضَةً۬ مِّنَ ٱللَّهِ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمً۬ا Ibu-bapa kamu dan anak-anak kamu, kamu tidak mengetahui siapa di antaranya yang lebih dekat serta banyak manfaatnya kepada kamu. (Pembahagian harta pusaka dan penentuan bahagian masing-masing seperti yang diterangkan itu ialah) ketetapan dari Allah; sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.  (Q.S. An-Nisa: 11).

5. Bagian Suami-Isteri dan Saudara se-ibu:

  1. Suami mendapat 1/2 jika si isteri tidak memiliki anak, jika si isteri memiliki anak, bagian suami= 1/4.: وَلَڪُمۡ نِصۡفُ مَا تَرَكَ أَزۡوَٲجُڪُمۡ إِن لَّمۡ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن ڪَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ۬ فَلَڪُمُ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَڪۡنَ‌ۚ ; Dan bagi kamu satu perdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isteri kamu jika mereka tidak mempunyai anak. Tetapi jika mereka mempunyai anak maka kamu beroleh satu perempat dari harta yang mereka tinggalkan, ...(Q.S. An-Nisa: 12)
  2. Isteri mendapat 1/4 jika si suami tidak memiliki anak, jika si suami memiliki anak, bagian isteri= 1/8.  وَلَهُنَّ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكۡتُمۡ إِن لَّمۡ يَڪُن لَّكُمۡ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن ڪَانَ لَڪُمۡ وَلَدٌ۬ فَلَهُنَّ ٱلثُّمُنُ مِمَّا تَرَڪۡتُم‌ۚ ;dan bagi mereka (isteri-isteri) pula satu perempat dari harta yang kamu tinggalkan, jika kamu tidak mempunyai anak. Tetapi kalau kamu mempunyai anak maka bahagian mereka (isteri-isteri kamu) ialah satu perlapan dari harta yang kamu tinggalkan,....(Q.S. An-Nisa: 12).
  3. Jika pewaris adalah kalalah dan mempunyai saudara (seibu), bagian masing-masing= 1/6, jika saudara seibu lebih dari seorang, mereka bersekutu dalam 1/3 (bagian saudara laki=bagian saudara perempuan). وَإِن كَانَ رَجُلٌ۬ يُورَثُ ڪَلَـٰلَةً أَوِ ٱمۡرَأَةٌ۬ وَلَهُ ۥۤ أَخٌ أَوۡ أُخۡتٌ۬ فَلِكُلِّ وَٲحِدٍ۬ مِّنۡهُمَا ٱلسُّدُسُ‌ۚ فَإِن ڪَانُوٓاْ أَڪۡثَرَ مِن ذَٲلِكَ فَهُمۡ شُرَڪَآءُ فِى ٱلثُّلُثِ‌ۚ ; Dan jika si mati yang diwarisi itu, lelaki atau perempuan, yang tidak meninggalkan anak atau bapa, dan ada meninggalkan seorang saudara lelaki (seibu) atau saudara perempuan (seibu) maka bagi tiap-tiap seorang dari keduanya ialah satu perenam. Kalau pula mereka (saudara-saudara yang seibu itu) lebih dari seorang, maka mereka bersekutu pada satu pertiga (dengan mendapat sama banyak lelaki dengan perempuan),...(Q.S. An-Nisa: 12).

6. Khusu Pewaris Kalalah

Kalalah adalah pewaris yang meninggal tanpa memiliki ayah dan anak. Dalam kasus seperti ini, maka saudara-saudaranya memiliki hak waris yang besar, sbb.:
1. Seorang saudara perempuan mendapat 1/2:
إِنِ ٱمۡرُؤٌاْ هَلَكَ لَيۡسَ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَلَهُ ۥۤ أُخۡتٌ۬ فَلَهَا نِصۡفُ مَا تَرَكَ‌ۚ
jika seseorang mati yang tidak mempunyai anak dan dia mempunyai seorang saudara perempuan, maka bagi saudara perempuan itu satu perdua dari harta yang ditinggalkan oleh si mati ...(Q.S. An-Nisa: 176).
2. Jika saudara perempuan lebih dari 1, mereka berserikat dalam 2/3:
فَإِن كَانَتَا ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُمَا ٱلثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ‌ۚ
Kalau pula saudara perempuannya itu dua orang, maka keduanya mendapat dua pertiga dari harta yang di tinggalkan oleh si mati ....(Q.S. An-Nisa: 176).
3. Seorang saudara laki-laki mewarisi semua jika tidak ada saudara prempuan.:
 وَهُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمۡ يَكُن لَّهَا وَلَدٌ۬‌ۚ
dia pula (saudara lelaki itu) mewarisi (semua harta) saudara perempuannya, jika saudara perempuannya tidak mempunyai anak...(Q.S. An-Nisa: 176).
4. Jika saudaranya terdiri dari laki-laki dan perempuan, maka laki-laki mendapat 2 x bagian perempuan:
 وَإِن كَانُوٓاْ إِخۡوَةً۬ رِّجَالاً۬ وَنِسَآءً۬ فَلِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ‌ۗ
dan sekiranya mereka (saudara-saudaranya itu) ramai, lelaki dan perempuan, maka bahagian seorang lelaki menyamai bahagian dua orang perempuan.(Q.S. An-Nisa: 176). 


7. Ketentuan Pembagian waris Dalam Hadits

1. Bagian saudara Perempuan.Sabda Nabi Muhammad SAW :
قَدْ اَنْزَلَ اللهُ فِى إِخْوَانِكَ وَبَيْنَ وَجَعَلَ  لَهُنَّ الثُّلُثَانِ
Allah swt telah menurunkan hukum waris bagi saudara-saudaramu yang perempuan itu dan Allah swt telah menerangkan bahwa mereka mendapat bagian 2/3 dari hartamu."
2. Bagian nenek.
(اَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ لِلْجَدَّةِالسُّدُسَ اِذَالَمْ يَكُنْ دُوْنَهَااُمٌّ ( رواه ابودود والنّساء 
Bahwasanya Nabi SAW. telah memberikan bagian seperenam kepada nenek, jika tidak terdapat (yang menghalanginya), yaitu ibu.(H.R. Abu Dawud dan Nasa’i ).
3. Bagian 2 orang nenek.
  قَضَى لِلْجَدَّتَيْنِ مِنَ الِمْيراَثِ بِالسُّدُسِ بَيْنَهُمَا
Dari Ubadah bin As-Shamith radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW menetapkan buat dua orang nenek yaitu 1/6 diantara mereka.(HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah).
4. Cucu dari anak laki-laki.
(قَضَى النَّبِى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السُّدُسَ لِبِنْتِ الاِبْنِ مَعَ بِنْتِ الصُّلْبِ (رواه البخارى
Nabi SAW. telah menetapkan seperenam bagian untuk cucu perempuan dari anak laki-laki, jika bersama dengan anak perempuan”. (H.R. Bukhari ).
5. Anak perempuan
 لِلاِبْنَةِ النِّصْفُ وَلاِبْنَةِ الاِبْنِ السُّدُسُ تَكْمِلَةً لِلثُّلُثَيْنِ وَمَا بَقِيَ فَلِلأُخْتِِ
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW menetapkan bagi anak tunggal perempuan setengah bagian, dan buat anak perempuan dari anak laki seperenam bagian sebagai penyempurnaan dari 2/3. Dan yang tersisa buat saudara perempuan .(HR. Jamaah kecuali Muslim dan Nasai) .
6. Ashabah
 أَلْحِقُوا الفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَلأَِوْلَى رَجُلٍ ذَكَر.قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ 
Dari Ibnu Abbas radiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda"Bagikanlah harta peninggalan (warisan) kepada yang berhak, dan apa yang tersisa menjadi hak laki-laki yang paling utama. " (HR Bukhari).

7. Pembagian jika tidak ada ahli waris dan ulul arhaam
 اِنَّمَا الْوَلاَءُ لِمَنْ اَعْتَقَ (متفق عليه
Sesungguhnya hak menerima harta pusaka itu bagi orang yang memerdekakan ." (H.R. Bukhari, Muslim).
اَناَ وَارِثُ مَنْ لاَوَارِثَ لَهُ (رواه احمد وابو داوود
"Saya adalah ahli waris bagi orang yang tidak mempunyai ahli waris (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Ingin konsultasi waris online ? klik di sini.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ             
     “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
http://fiqihituindah.wordpress.com/2012/11/10/hukum-mawaris/
http://blogcahyo.blogspot.com/2010/02/bab-pertama.html

1 komentar:

Wasiun Mika mengatakan...

KAMI MOHON MAAF .....
Assalaamu'alaikum wr.wb.
Dikarenakan banyak tugas luar, waktu blogging ana di depan laptop sangat sempit sehingga lama sekali baru bisa menjawab pertanyaan pengunjung. Sekiranya ada yang hendak berkonsultasi waris, ana sarankan menggunakan fasilaitas KONSULTASI WARIS PRIBADI saja, karena langsung terhubung dengan hp yang mengikuti kemana saja ana pergi. Atau copas dan berkunjung ke link ini
http://www.jadipintar.com/2014/10/konsultasi-waris-islam-online.html
Mohon pengertian dari para penegak hukum waris Islam semuanya, jazaakumullaahu khaira.