AYO MENGHAFAL AL-QUR'AN: Mari bergabung menjadi penghafal Al-Qur'an dalam grup whatsapp dengan metode MANDIRI: 1.Sistematis, 2. Informatif 3. Simpel; Info & Pendaftaran Ikhwan klik MUSHAF1 dan Akhawat klik MUSHAFAH 1KONSULTASI WARIS ISLAM. Butuh solusi masalah waris keluarga online dan cepat ? klik KONSULTASI

Ibnu Mas'ud; Sang Pelayan dan Pemegang Rahasia Rasulullah

بسم االلهالرحمن اارحيم
Masyarakat di sekitarnya memanggilnya Ibn Umm Abd atau putra dari budak wanita. Namanya sendiri adalah Abdullah dan nama ayahnya adalah Mas'ud . Dia adalah sahabat Rasulullah saw. yang ketika kecil adalah penggembala kambing milik salah satu kepala adat Bani Quraisy bernama Uqbah bin Muayt . Suatu hari, ia mendengar kabar tentang kenabian Rasulullah. Namun Abdullah tidak tertarik dan tidak ingin tahu mengingat usianya yang masih kecil. Selain itu, ia memang jauh dari komunitas masyarakat Makkah, karena pekerjaannya sebagai penggembala kambing, yang terbiasa berangkat pagi dan pulang sore hari. 


1. Perkenalannya dengan Nabi saw.

Satu hari, ketika ia tengah menjaga ternaknya, ia melihat dua orang pria paruh baya bergerak mendekatinya dari kejauhan. Mereka terlihat lelah, dan sangat kehausan. Mereka kemudian berjalan ke arahnya, memberikan salam dan memintanya memerah susu kambing yang ia gembalakan sehingga mereka dapat minum. Namun Abdullah berkata ia tidak bisa memberikannya kepada mereka. ' 'Kambing-kambing ini bukan milikku, saya hanya memeliharanya,' 'ujarnya jujur. Mendapat jawaban seperti itu, kedua pria ini tidak memberikan bantahan. Meskipun mereka sangat kehausan, namun mereka sangat senang dengan jawaban jujur ​​dari sang bocah penggembala ini. Kegembiraan ini terlihat jelas dari wajah mereka. Di lubuk hati Abdullah, ia juga mengagumi tamunya. Kedua pria ini ternyata Rasulullah saw. dan sahabatnya, Abu Bakar Shiddiq . Hari itu, keduanya melarikan diri ke pegunungan Makkah untuk menghindari perlakuan kejam dari kaum Quraisy. Melihat sikap tamunya, pria muda ini terkesan dengan sikap Rasulullah dan sahabatnya, dan dengan segera menjadi cukup dekat dengan keduanya. Tak lama setelah peristiwa itu, Abdullah menyatakan diri sebagai Muslim. Bahkan, ia menawarkan dirinya sebagai pelayan Rasul. 


2. Menjadi Pelayan Rasulullah

Tak berapa lama setelah memeluk Islam, Abdullah bin Mas'ud mendatangi Rasulullah dan memohon kepada beliau agar diterima menjadi pelayan beliau. Rasulullah pun menyetujuinya.  Sejak hari itu, Abdullah bin Mas'ud tinggal di rumah Rasulullah. Dia beralih pekerjaan dari penggembala domba menjadi pelayan utusan Allah dan pemimpin umat. Abdullah bin Mas'ud senantiasa mendampingi Rasulullah bagaikan layang-layang dan benangnya. Dia selalu menyertai kemana pun ia pergi.  Dia mengembangkan Rasulullah untuk shalat bila ia tertidur, menyediakan air untuk mandi, mengambilkan terompah ketika ia hendak pergi dan membenahinya ketika ia pulang. Dia membawakan tongkat dan siwak Rasulullah, menutupkan pintu kamar ketika ia hendak tidur.
Bahkan Rasulullah mengizinkan Abdullah memasuki kamar beliau jika perlu. Dia memercayakan kepadanya hal-hal yang rahasia, tanpa khawatir rahasia tersebut akan terbuka. Karenanya, Abdullah bin Mas'ud dijuluki orang dengan sebutan " Shahibus Sirri Rasulullah "  (pemegang rahasia Rasulullah) .
Abdullah bin Mas'ud senantiasa berada di bawah pengawasan Rasul, karenanya ia meniru semua kebiasaan dan mengikuti setiap apa yang dikerjakan Rasulullah. Tak heran kalau ia disebut sebagai orang yang paling mendekati Rasulullah dari sisi karakternya. Di kemudian hari, ia merupakan salah satu penghafal Al-quran yang terbaik di antara para sahabat dan ia sangat memahami kandungan Al-quran dibanding siapapun. Ia juga merupakan orang yang paling memahami syariah Islam dan tidak ada satupun yang bisa menggambarkannya dengan lebih baik lagi kecuali Abdullah bin Mas'ud


3. Pertanyaan dari 'Umar

Khalifah Umar bin Khattab memiliki kisah tentang sosok Abdullah bin Mas'ud. Suatu malam, kata Umar, Rasulullah sedang berbincang-bincang bersama Abu Bakar Shiddiq tentang situasi umat Islam. Sesudah Rasulullah pergi, para sahabat itu pergi bersamanya dan melewati masjid. Di dalamnya ada seorang pria yang tidak mereka kenali. Rasulullah lalu berjalan mendekatinya dan mendengarkannya. Rasulullah lalu berbalik dan berkata,'' Barangsiapa yang ingin membaca Al-qur'an seperti yang barusan diperdengarkan, maka suruhlah ia pergi dan belajar kepada Ibn Umm Abd. ' 'Abdullah bin Mas'ud telah mencapai pemahaman yang sangat luar biasa akan Al- qur'an. Ia pernah berkata,'' Demi Allah yang tiada tuhan selain-Nya, tak ada satu ayatpun dalam Al-qur'an yang tidak saya ketahui. Demi Allah, jika ada orang yang pemahamannya tentang Al-qur'an lebih baik dari saya, maka saya akan belajar dengan sungguh-sungguh padanya. ' 'Abdullah tidak melebih-lebihkan apa yang ia bilang tentang dirinya. 
Pada suatu malam, Khalifah Umar sedang dalam perjalanan, ia bertemu dengan sebuah kabilah. Malam sangat gelap bagai tertutup tenda, menutupi pandangan setiap pengendara. Abdullah bin Mas'ud berada dalam kabilah tersebut. Khalifah Umar memerintahkan seorang pengawal agar menanyai kabilah.
+ " Hai kabilah, dari mana kalian ? " teriak penjaga.
- " Min fajjil 'amiq (dari lembah nan dalam), "jawab Abdullah.
+  "Hendak kemana kalian? "
- " Ke Baitu Atiq (rumah tua, Ka'bah), "jawab Abdullah.
+ "Di antara mereka pasti ada orang alim," kata Umar.
Kemudian diperintahkannya pula menanyakan, " Ayat Al-Qur'an manakah yang paling ampuh? "
- Abdullah menjawab,  "Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya) tidak mengantuk dan tidak pula tidur ..."  (QS Al-Baqarah : 255).
+ "Tanyakan pula kepada mereka, ayat Al-Qur'an manakah yang lebih kuat hukumnya? " kata Umar memerintah.
- Abdullah menjawab,  " Sesungguhnya Allah memerintah kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang kamu dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. "  (QS An-Nahl: 9 ).
+ "Tanyakan kepada mereka, ayat Al-Qur'an manakah yang mencakup semuanya! " perintah Umar.
- Abdullah menjawab,  " Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan meskipun seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan meskipun sebesar dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya pula. "  (QS Al-Zalzalah : 8).
Demikian seterusnya, ketika Umar memerintahkan pengawal untuk bertanya tentang Al-Qur'an, Abdullah bin Mas'ud langsung menjawabnya dengan tegas dan tepat. 
+ Hingga pada akhirnya Khalifah Umar bertanya, " Apakah dalam kabilah kalian Abdullah bin Mas'ud? "
- Jawab mereka, " Ya, ada! "

4. Taat Beribadah dan Pemberani

Abdullah bin Mas'ud bukan hanya orang yang mengerti Al-qur'an, ia juga orang yang sangat taat dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Namun ia juga merupakan orang yang sangat kuat dan tangguh. Suatu hari para sahabat berada di Makkah dan jumlah mereka masih sangat sedikit, lemah, dan tertindas. Para sahabat berkata bahwa orang Quraisy belum mendengar Al-qur'an dibacakan secara terbuka dengan suara dikeraskan pula. Abdullah bin Mas'ud dengan suka cita menyatakan dirinya yang akan melakukannya. Ketika para sahabat meragukannya, Abdullah menyebut bahwa Allah-lah yang akan melindunginya. Ia lalu pergi ke masjid mendekati makam Nabi Ibrahim yang letaknya hanya beberapa meter dari Kabah. Saat itu orang-orang Quraisy tengah duduk mengelilingi Kabah. Abdullah lalu berhenti dan mulai membaca Al-qur'an. Mendengar ayat-ayat Alquran dilantunkan dengan keras, orang Quraisy menjadi sangat marah. Mereka mulai memukuli wajah dan menyiksanya. Namun Abdullah terus membacakan Alquran. Ketika ia kembali ke para sahabat, wajahnya sudah dipenuhi darah. Ketika para sahabat mengkhawatirkannya, ia menyatakan bahwa ia siap melakukan hal yang sama keesokan harinya. 


5. Kematiannya

Abdullah bin Mas'ud hidup hingga zaman pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan . Suatu hari ketika ia jatuh sakit dan terkulai lemah di atas tempat tidur, Utsman datang dan bertanya soal penyakitnya. Abdullah menjawab ia sakit karena berdosa dan ia mengharapkan Allah mengampuninya. Usman lalu menawarkan kepadanya gaji yang selama ini ditolak Abdullah. Saat itupun Abdullah tetap menolaknya, dan meski Utsman menyatakan bahwa uang itu untuk anak-anaknya, Abdullah tetap bersikeras menolaknya.'' Apakah engkau mengkhawatirkan kemiskinan yang akan terjadi pada anak-anakku? Aku telah menyuruh mereka membaca surat Al Waqi'ah setiap malam, seperti yang dikatakan Rasulullah bahwa siapapun yang membaca surat Al Waqi'ah setiap malam, maka ia tidak akan miskin sampai kapanpun. ' 'Malam itu, Abdullah bin Mas'ud meninggal dunia. Ia selalu dikenang sebagai sosok yang senantiasa mengingat Allah dan selalu melantunkan ayat-ayat-Nya. 
Sebarkan !!! Semoga bermanfaat.
                      سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك         
"Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. "
Sumber:
www.Republika.co.id
Sumber-sumber lain yang telah diedit.

Tidak ada komentar: