AYO MENGHAFAL AL-QUR'AN: Mari bergabung menjadi penghafal Al-Qur'an dalam grup whatsapp dengan metode MANDIRI: 1.Sistematis, 2. Informatif 3. Simpel; Info & Pendaftaran Ikhwan klik MUSHAF1 dan Akhawat klik MUSHAFAH 1KONSULTASI WARIS ISLAM. Butuh solusi masalah waris keluarga online dan cepat ? klik KONSULTASI

Forum Konsultasi, Informasi Dan Tanya-Jawab Masalah Waris.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Halaman dokumentasi ini dikhususkan untuk berdiskusi, tanya-jawab bagian waris, konsultasi waris keluarga atau komunikasi atau informasi apa saja yang berhubungan dengan masalah waris. Beberapa konten dibiarkan seperti aslinya untuk menjaga otentitas.

Untuk berpartisipasi di halaman ini caranya mudah :
  1. Tulis pertanyaan anda di kotak komentar halaman ini atau halaman lain dengan menu "waris". Blog jadipintar.com akan memindahkan, meng-edit dan mendokumentasikannya di sini, agar bisa dibaca semua pengunjung blog dan bisa sebagai buku rangkuman (bundel).
  2. Tullislah dengan jelas dan lengkap kronologi waris keluarga, daftar ahli waris dan hal-hal lain yang berhubungan.
  3. Jika membutuhkan konsultasi langsung (via telepon) atau jawaban cepat, silakan gunakan fasilitas "Konsultasi Waris Pribadi." (lihat ketentuannya di bawah komentar)
Kesalahan membagi karena faktor data yang anda berikan, diluar tanggung jawab jadipintar.com
Ingin konsultasi waris online ? klik di sini.
JANGAN LUPA MEMBERI SALAM


1.Bagian Waris Sepeninggal Bapak
Rusydi Adhitia14 Juni 2013 13.07
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Saya mau tanya pembagiannya jika bapak saya meninggal dunia . meninggalkan ibu,anak laki-laki (2) , anak perempuan. karena kakek dan nenek dari kedua orang tua saya sudah meninggal
Wasiun Mika15 Juni 2013 09.25
'Alaikum salam Wr.Wb. 
Salam kenal Mas Rusydi Adhitia, terima kasih telah berkunjung ke blog jadipintar.com
Jawaban:
1. Ibu dinisbatkan kepada almarhum, statusnya adalah isteri
2. Pertanyaan anda jawabannya ada di dalam Al-Qur'an di Surah An-Nisa ayat 11.
3. Hasil pembagiannya adalah:
Isteri /ibu anda :12,5%
Anak laki-laki (1):35%
Anak laki-laki (2):35%
Anak Perempuan... :17,5%
Keterangan :
-'Ashabah adalah sisa setelah diambil jatah isteri, yakni 7/8.
-Bagian anak laki-laki adalah 2x bagian anak perempuan, maka 7/8 harus dibagi 5, dan supaya hasilnya bulat maka semua pembilang dan penyebut juga dikalikan 5, begitulah cara penghitungannya, mudah-mudahan bermanfaat.

2. Pembagian Waris Bertahap
tani rustani4 Agustus 2013 02.40
Assalamu’alaikum...
Mohon pencerahanya, kasusnya sbb:
Ibu kami meninggal pada tahun 2008, sedangkan Ayah kami meninggal pada tahun 2009. Perlu diketahui orang tua kami (almarhum+almarhumah) merupakan Janda dan duda, masing masing mempunyai anak dengan suami+istri yang pertama. Adapun saudara kami se ibu terdiri dari 1 orang permpuan, sedangkan saudara se bapak terdiri dari 2 orang: 1 orang laki2 dan 1 org perempuan. Sedangkan saudara kami yg se ibu dan se ayah (saudara kandung) asalnya berjumlah 5 orang terdiri dr 3 orang prempuan dan 2 orang laki2. Tetapi tahun 2010 saudara kami yg perempuan meninggal (telah menikah, tetapi blum punya anak). Sebagai informasi tambahan: kakaek/nenek baik dari puhak ibu/ayah sudah meninggal. Sehubungan dengan situasi dan kondisi, pembagian harta waris akan dlaksanakan sekarang. Bagaimanakah cara pembagiannya menurut aturan Islam.. sbelumnya kami ucapkan jazakallohu... 
Wasiun Mika5 Agustus 2013 00.17
'Alaikum salam Wr.Wb. 
Terima kasih anda telah menanyakan pembagian waris secara syar'i. Satu hal yang saya belum jelas adalah ttg jml saudara kandung yang 5 orang, apakah sudah termasuk anda atau di luar anda. Di sini akan saya asumsikan termasuk anda di dalamnya.
Penjelasan:
1.Setiap harta warisan selayaknya dibagikan setelah adanya peristiwa kematian, agar problemnnya tidak bertumpuk2, dan dikhawatirkan ada ahli waris yang menyusul meninggal sebelum menerima hak warisnya (seperti saudara perempuan kandung anda yang meninggal th 2010). Dalam kasus ini, pembagian harta pusaka akan dikelompokkan menjadi 3 tahap sesuai dengan urutan kematian, yakni 1. kematian ibu 2. kematian ayah, dan 3. kematian saudara permpuan.
2. Yang dimaksud harta pusaka yang akan dibagikan adalah semua harta peninggalan yang menjadi milik sah almarhum/almarhumah saja, tidak dicampur dg harta gono-gini. silakan baca "Pengertian Harta Pusakan."
A.PEMBAGIAN WARIS I saat Ibu meninggal th.2008
Ahli Waris:
1. Suami (ayah anda yg meninggal tahun berikutnya)
2. Anak permpuan (dari suami terdahulu)
3. 3 anak perempuan+2 anak lk (hasil perkawinan dg ayah anda/saudara sekandung anda).
B. PEMBAGIAN WARIS II saat ayah meninggal th. 2009
Ahli Waris:
1. 1 anak lk+1 anak perempuan (dari isteri ayah terdahulu)
2. 3 anak prmpuan+ 2 anak lk (hasil perkawinan dg ibu anda/saudara sekandung anda).
nb.:Saudara perempuan anda yang meninggal 2010 tetap mendapat bagian, karena dia masih hidup ketika ibu dan bapaknya meninggal.
C. PEMBAGIAN WARIS III saat saudara perempuan meniggal 2010
Ahli waris:
1. Suaminya (50%)
2. Sisanya dibagi untuk semua saudara kandung dengan proporsi saudara laki2 mendapat 2x bagian saudara perempuan.
Dengan metode ini, maka ahli waris yang telah meninggal saat pembagian nanti, padahal dia punya hak andai dibagi saat kematian terjadi, maka bagiannya dibagikan kepada ahli warisnya sesuai ilmu fara'idh.
Mudah-mudahan bisa membantu, jika ada hal-hal yang masih perlu ditanyakn, insyaallah saya bersedia menjawab selama memiliki ilmunya. Salam ukhuwah untuk semua keluarga. Wa iyyaakum

3. Menda'wahkan Ilmu Waris Secara Islam 
Idrus Ibrahim20 Agustus 2013 10.40
Di dalam fikiran saya ulasan ini sangat bermanfaat baik bagi yang tak berharta untuk membantu saudara mukminnya yang berharta dalam membagi hartanya, maupun bagi yang berharta untuk membagi hartanya dengan tepat menurut syari'at agama. Namun hati saya prihatin tersebab kefakiran dan kapasitas saya untuk mensosialisasikan hal ini terbatas pada anak, isteri, dan famili saya. Meskipun amar ma'ruf nahi munkar itu diwajibkan bagi setiap diri muslim, bukan berarti saya tak ingin melaksanakannya, namun kebanyakan masyarakat hanya akan mendengarkan dan melaksanakan salah satu syari'at yang diutamakan ini jika yang menyampaikannya tokoh-tokoh agama, ustadz-ustadzah, para da'i, guru-guru agama, dan para pimpinan majelis-majelis ta'lim. Sehingga dalam keprihatinan ini saya hanya dapat berdo'a semoga ada lembaga yang mau dan tulus untuk mengadakan semacam diklat khusus bagi orang-orang yang terpercaya dan dipercaya masyarakat tersebut, sehingga tak ada saudara-saudara mukmin kita yang makan harta yang bukan haknya dengan sengaja maupun tidak sengaja. Semoga...
Wasiun Mika20 Agustus 2013 15.57
Alhamdulillah, hidayah Allah telah menetap di hati Anda, teruslah meningkatkan pengetahuan dan latihan ilmu Farai'id, insyaallah rasa percaya diri akan meningkat jika pengetahuan dan pemahaman makin bertambah, sayapun turut mendo'akan.

4. Hibah Hanya Untuk Salah Satu Anak Saja, Bolehkah?
akbar8 September 2013 07.54
assalamualaikum.wr.wb.
saya mau tanya tapi ini masalah bapak saya,bapak saya punya lima saudara kakek saya sudah meninggal 6th lalu tapi nenek baru bilang sama anak2 ya masalah waris 2 hari kemaren,kata nenek untuk hak waris semua sama kakek di hibah kan sama salah satu anak nya.adik bapak tapi bapak tidak setujuh karnah masalah hibah tidak ada yg tau cuma ne2k aja kepengen bapak untuk hak waris dibagi sama,dan adik2 yg lain setujuh dengan masalah hibah tersebut.yang saya tanyakan sebaiknya gimana ?? dan apakah bapak saya benar atau salah .terimah kasih
Jawaban:
Alaikum salam wr.wb. 
Hibah adalah aqad yang pokok persoalannya pemberian harta milik seseorang kepada orang lain di waktu dia hidup, tanpa ada imbalan. Tentang yang terjadi di keluarga besar anda, perkenankan sy memberi beberapa masukan, sbb.:
1.Islam menekankan agar orang tua berlaku adil terhadap anaknya dalam hal hibah.1.  Rasulullah saw. menolak menjadi saksi (mempersaksikan) ayah Nu'man bin Basyir  yang memberikan hibah hanya kepada seorang anaknya saja, sementara yang lain tidak. 2. Dar,i Ibnu Abbas r.a., bahwa Nabi saw.bersbda: "Persamakanlah diantara anak-anakmu di dalam pemberian. Seandainya akau hendak melebihkan seseorang, tentulah akau lebihkan anak-anak perempuan (H.R.Bukhari).
2. Hibah sah dengan ijab dan qabul (ada pernyataan memberi dan Pernyataan menerima).
3. Orang boleh memberi hibah dari hartanya berapapun besarnya dia suka, tetapi sebaiknya janganlah ia berikan lebih dari 1/3, karena Rasulullah. melarang berwashiat melebihi 1/3, sedang hibah ini tidak beda dari washiyat buat kerugian ahli waris.
4. Hibah tidak diperkenankan dimaksudkan untuk menyiasati hukum waris, agar memberi lebih kepada salah satu anak, dengan mengurangi bagian anak-anak yang lain.
5. Hibah diberikan (dimiliki penerima) ketika si pemberi masih hidup, jika ijab hibah tidak terjadi hingga si pemberi mati, maka harta berubah menjadi harta waris.


Demikian yang dapat saya bantu, kesimpulannya, jika dulu hibahnya ada aqad ijab-qabul, hibahnya sah, walaupun itu dinilai tidak adil/curang.. Tetapi jika hibah itu tanpa ijab-qabul, sebaiknya dijadikan sebagai harta waris yang dibagikan kepada ahlinya; lebih syar'i, lebih adil dan lebih bisa menjaga silaturahim.
5. Pembagian Waris Keluarga
JRR-CELL27 Oktober 2013 09.45
assalamualaikum.wr.wb.
saya mau tanya, ayah saya meninggal, dengan mewarisi istri(ibu),3 anak laki laki dan 2 anak perempuan.
beliau meninggalkan sebuah rumah dengan perkiraan nilai nya 800jt,tetapi rumah itu diperoleh, setelah beliau menikah dengan ibu saya,
saya mau tanya bagaimana pembagian warisnya,harap bantuannya,terimakasih
Jawaban:
'Alaikum salam Wr.Wb. 
Harta yang dibagikan adalah semua harta perolehan dari Ayah (alm) yang masih menjadi milik alm. dan belum dihibahkan kepada siapapun, bukan hanya terbatas pada rumah saja. Sebelum waris dibagi coba dicek apakah alm. ada hutang ataupun wasiat? Jika ada bayarkan dulu dengan harta peninggalannya sebelum dibagikan. Untuk kasus keluarga Anda, maka ahli waris dan pembagiannya adalah sebagai berikut:
Semoga dikuatkan untuk melaksanakan hukum-hukum Allah ini, salam untuk keluarga.

6. Warisan Orang Yang Tidak Memiliki Anak
ozzy_pbk@yahoo.co.id30 Oktober 2013 16.54
ozzy_pbk@yahoo.co.id
Assalamualaikum.wr.wb.
saya mau tanya... Apabila kedua orang tuanya meninggal tanpa memiliki anak dan mereka memiliki harta yang banyak, pertanyaan saya, siapa yang menjadi pewaris dari harta mereka ????
Tolong di jelaskan,,, Terima kasih
Jawaban:
'Alaikum salam wr. wb.  
Terima kasih telah berkunjung ke blog jadipintar.com
Jika kasusnya seperti pertanyaan Anda, maka sistimatika penyelesaiannya berurutan sbb.:
Untuk ahli waris selain anak (kalau ada). misalnya: bapak, ibu, saudara, kakek, nenek, keponakan (dari saudara laki-laki), paman...dari almarhum.
Jika nomor 1 tidak ada, maka hartanya untuk "Ulul Arham" atau kerabat yang bukan ahli waris. tata urutannya, sbb.:
Kakek dari garis ibu (bapaknya ibu).
Neneknya ibu (ibu punya bapak punya ibu).
Cucu dari anak perempuan; baik jenisnya cucu laki-laki ataupun perempuan.
Keponakan perempuan (anak saudara laki-laki sekandung, sebapak ataupun se-ibu).
Keponakan perempuan (anak saudara perempuan sekandung atau se-ibu).
Paman se-ibu (saudaranya bapak satu ibu lain bapak).
Saudaranya kakek se-ibu.
Sepupu perempuan (anak dari paman: sekandung, sebapak/se-ibu).
Bibi / tante (saudara perempuannya bapak, bibinya bapak, bibinya kakek, seterusnya ke atas.)
Mamak dan mami (saudara laki-laki dan perempuan dari ibu; baik sekandung, sebapak, atau se-ibu).
Mamak dan mami-nya bapak, mamak dan mami-nya kakek.
Anaknya paman se-ibu, sampai ke bawah.
Anaknya bibi walaupun jauh.
Anaknya mamak dan mami walaupun jauh.
 3. Jika nomor 2 juga tidak ada, maka Anda bisa lihat pembahasannya di artikel berikut http://www.jadipintar.com/2013/08/cara-membagi-harta-orang-yang-tidak-memiliki-ahli-waris.html
Keterangan: jika almarhum tidak meninggalkan anak juga bapak, dalam Al-Qur'an disebut: Kalalah.
Semoga bermanfaat. Salam untuk keluarga.

7. Waris Sudah Dibagi Tidak Secara Islam
iwan4 November 2013 11.00
Assalamualaikum.wr.wb.
saya mau tanya... Apabila kedua orang tua sudah meninggal dan mewarisi sebuah rumah yang bernilai 675 jt, adapun anak ada 5 (3 laki-laki dan 2 perempuan). sebenarnya kejadiannya sudah 1 tahun yang lalu, pada saat itu saya meminta pembagian disesuaikan dengan hukum islam tetapi adik saya yang perempuan ngotot meminta supaya di bagi rata bahkan mengancam tidak akan setuju menjual rumah tsb (tidak jadi) kalau dibagi sesuai aturan agama islam yaitu laki2 mendapat 2 bagian lebih besar dari perempuan,padahal adik saya tsb tergolong kaya. karena saya tidak mau ribut/perselisihan antar saudara walaupun saya sangat membutuhkan uang tsb ( pada saat itu saya belum bekerja dan pnya istri dan 2 anak) apalagi saya juga butuh untuk berobat krn saya ada penyakit jantung coroner, akhirnya saya setujui saja dan dibagi ratalah warisan senilai 675 jt tadi, walaupun masih sangat mengganjal di hati saya, 2 saudara laki2 saya juga stujua kalau warisan tsb dibagi rata.
Yang mau saya tanyakan :
1. Sebenarnya hukum waris secara Islam yang benar bagaimana?
2. Apakah bila hukum waris Islam tidak dijalankan akan berdosa?
3. Dalam hal ini, apakah saya dan saudara2 saya berdosa krn tidak menjalankan hukum waris?
4. Kalau seandainya saya dan saudara2 salah bagaimana solusi/jalan keluarnya?
Jawaban:
'Alaikum salam Wr. Wb. 
Semoga anda dalam keadaan sehat dan tawakkal dalam segala hal. Sehubngan dengan pertanyaan Saudara, perkenankan saya memberikan jawaban:
1.Pembagian warisan dalam keluarga anda yang secara islami adalah sbb:
   faktor pembagi adalah 8, dimana Bagian anak laki-laki = (2) x3 + bagian anak perempuan= (1) x 2; maka nilai nominal per satu bagian andalah Rp. 84,375.000, sehingga:
a. Bagian anak laki-laki masing-masing= 2x84,375.000= Rp. Rp.168, 750.000.
b. Bagian anak perempuan masing= 1 x 84.375,000= Rp. 84,375.000.
Jika warisan dibagi rata untuk 5 orang, maka jumlah hak anda yang luput adalah : Rp.168,750 juta-135 juta= 33,75 juta.

2 dan 3. Berdosa, bahkan diancam dengan neraka. lihat Q.S. An-Nisa (4) ayat 14:" Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan."
Kecuali orang yang tidak setuju dengan cara pembagian Non-islami tetapi  tidak punya kekuatan untuk melawannya. (Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 286: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebaikan] yang diusahakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya."
4. Solusinya menurut saya: keluarga berembug ulang dan perlihatkan pembagian yang sah ini, lalu:
1. Jika saudara-saudara anda ikhlas dan berkenan mengembalikan sesuai hukum islam, insyaallah ada barakah untuk semuanya.
2. Jika saudara-saudara anda tetap ngotot dengan pembagian yang telah lalu, sebaiknya anda ikhlaskan jumlah yang luput sebagai infaq/shadaqah kepada saudara-saudara, karena di dalam hadits dinyatakan shadaqah kepada saudara memiliki keutamaan ganda; yakni pahala shadaqah dan pahala silaturahim. Tentang rezeki yang luput jangan terlalu dipikirkan, Allah Maha Kaya, jika anda ikhlas, insyaallah akan mendapat ganti yang lebih baik, amin.
Mudah-mudahan bermanfaat. Salam untuk semua keluarga.

8. Anak Yang Meninggal lebih Dulu, Apakah Tetap Dapat Bagian ?
Budi8 November 2013 20.06
sy mau share sbb: bapak & ibu meninggal kan 3 anak laki2 dan 2 anak perempuan dan satu anak perempuan sdh meninggal sebelum kedua orang tua meninggal namun mempunyai anak 1 orang laki2,untuk pembagian waris nya bagai mana...? apakah anak laki2 dari saudara perempuan yg sdh meninggal lebih dulu itu mendapat hak waris ....?
Jawaban:
Saudara Budi, pertanyaan anda jawabannya adalah sbb:
1, Salah satu syarat ahli waris adalah: dia hidup ketika pewaris meniggal dunia. Maka saudara perempuan anda yang meninggal terlebih dulu, dia tidak berhak mendapat bagian, dan tidak pula bagiannya diturunkan kepada anaknya (cucu almarhum).
2. Jadi ahli waris ada 4 orang dengan jumlah bagian= 7, berasal dari (3 anak laki x2) + (1 anak prmp.x1); sehingga semua harta dibagi 7 bagian = 14,28 %,  maka perolehannya setiap ahli waris memperoleh: anak laki-laki (2x14,28) = 28,57 % sementara anak perempuan mendapat 14,28 % dari total harta waris yang siap dibagikan. Ini adalah kaidah hukum.
3.Namun demikian, untuk menjaga silaturahim keluarga, ada baiknya cucu yang tidak beroleh bagian itu juga diberi semacam "uang kasih sayang" yang besarannya tidak mengikat, sepantasnya, dan se-ikhlasnya. (lihat Q.S. An_Nisa: 8 "Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik."
Mudah-mudahan bermanfaat.

9. Bagian Waris Untuk Isteri, Keponakan dan Anak Angkat
Anonim22 November 2013 14.05
assalamu'alaikum wr wb
kami mohon dibantu utk kasus waris sbb : ayah kami meninggal thn 2011 lalu, meninggalkan seorang istri, 2 anak angkat perempuan, keponakan laki laki dari saudara laki2 sekandung 1. kami mohon pencerahannya, berapakah bagian masing2? Terima kasih banyak sebelumnya. Wassalamu'alaikum
Jawaban:
Alaikum salam wr.wb.
Secara hukum waris Islam, kasus dalam keluarga anda ahli warisnya hanya isteri dan keponakan laki-laki; dengan perincian sbb.:
Isteri mendapat 1/4 bagian (karena suami tidak punya anak- lihat Q.S. An-Nisa: 12)
keponakan laki-laki mendapat 3/4 bagian sebagai 'Ashabah (sisa).
Adapun anak angkat. dia tidak beroleh bagian warisan.(lihat keududukan hukum dan hak waris anak angkat) namun dia bisa dapat jika ada hal-hal sbb.:
Adanya wasiat dari almarhum untuk anak angkat.
Adanya pemberian sukarela dari ahli waris yang mendapat bagian, hal ini disyari'atkan (lihat Q.S. An-Nisa: 8).
Mengadopsi Hukum Kompilasi Islam, dimana jika anak angkat tidak mendapat wasiat, dia diberikan "Wasiat Wajibah" maksimal 1/3 bagian untuk keduanya. Sistim ini juga dianut oleh NU dan Muhammadiyah.
Semoga keluarga bisa membaginya secara bijak tanpa melanggar syari'ah, amin.***

10. Membagi Harta Nenek; JIka Ada Anak, Apakah Cucu Dapat Bagian ?
Pertanyaan:
Anonim29 November 2013 10.05
nenek meninggal-punya anak 3 laki-laki 3 perempuan-satu anak perempuan nenek telah meninggal sebelum nenek dan punya anak satu perempuan dan dua laki-laki-dari anak nenek yang lain nenek punya cucu 3 laki-laki dan 5 perempuan-nenek alm punya harta warisan rp.157 juta.-bagaimana pembagiannya .
Jawaban:
1. Salah satu syarat menjadi ahli waris adalah: dia hidup ketika pewaris meninggal. Anak yang meninggal lebih dulu dari nenek (alm.), dia tidak beroleh bagian - dan jatahnya tidak bisa diturunkan kepada anaknya (cucu nenek).
2. Semua cucu nenek terhalang mendapat waris (mahjub) karena ada anak laki-laki sebagai ahli waris.
3. Berdasarkan Hukum Waris Islam, maka pembagian waris dikeluarga anda adalah, sbb.:
- Jumlah ahli waris adalah semua anak yang masih hidup berjumlah 5 orang.
- Harta warisan dibagi 8, yakni: (3 anak laki x2) + (2 anak perempuanx1), maka hasilnya:
1. Anak Laki-laki (I)      : Rp.  19.625.000,00
2. Anak Laki-laki (II)     : Rp.  19.625.000'00
3. Anak Laki-laki (III)    : Rp.  19.625.000.00
4. Anak Permpuan (I)   : Rp.    9.812.500,00
5. Anak Permpuan (II)  : Rp.    9.812.500,00  +
Jumlah : 5 orang ........Rp. 157.000,000,00            
4. Adapun cucu, dia bisa mendapat bagian jika ada salah satu jalan di bawah ini:
Adanya wasiat dari almarhum untuk si cucu (besaran max. 1/3).
Adanya pemberian sukarela dari ahli waris yang mendapat bagian, hal ini disyari'atkan (lihat Q.S. An-Nisa: 8).
Semoga bisa dilaksanakan dengan sebenarnya, semoga bermanfaat, insyaallah barakah, amin.

12. Jenis-Jenis Harta Yang Dibagikan Sebagai Warisan
Pertanyaan:
Anonim1 Desember 2013 08.54
Seorang istri meninggal dunia,punya suami dan seorang anak perempuan serta dua anak lali-laki.Ibu alm.masih ada dan pernah menghibahkan sebuah rumah dan tanahnya.Ketika istri itu masih hidup suaminya membangun baru rumah istrinya (uang suami).Alm. punya dua saudara perempuan dan tiga saudara laki-laki.Bagaimana pembagian warisnya apabila harga tanah dan rumah waktu hibah berharga Rp.500 juta.
Jawaban:
1. Yang dimaksud harta warisan adalah yang menjadi milik si mati saja,- baik berupa uang, simpanan, tanah, kendaraan, atau apa saja -  bukan gono-gini. Karena Hibah telah menjadi milik istri, berarti masuk harta yang dibagikan. adapun rumah, karena biayanya dari suami, maka manjadi milik suami, atau berbagi secara proporsional tergantung berapa persentase pembiayaan waktu membangun.
2. Ahli waris ada 5 orang, yakni: Ibu (-nya alm.), suami, 1 anak perempuan + 2 anak laki-laki. Adapun saudara perempuan dan suaudara laki-laki, mereka terhalang (mahjub) menjadi ahli waris karena adanya anal laki-laki.
3. Perolehan para ahli waris adalah, sbb.:
   - Ibu: 10/60 ( 16,67%).
   - Suami: 15/60 (25%).
   - Anak Perempuan:7/60 (11,66%).
   - Anak laki-laki: 14/60 (23,33%)
   - Anak laki-laki: 14,60 (23,33%)

12. Istiqamah dan Apresiatif dengan Hukum Waris Secara Islam
Anonim2 Desember 2013 11.22
Assalamualaikum wr,wb.
Alhamdulillah Blog jadipintar.com menyediakan Forum Konsultasi,Informasi dan Tanya-Jawab tentang waris Islam sehingga umat Islam tidak akan salah dalam membagi waris yang benar dan yang sesuai dengan hukum waris yang diatur dalam al Quran..Dulu saya pernah dengar bahwa salah satu hal yang akan dilupakan(sebagian) umat Islam adalah hukum waris Islam.Hal ini mungkin pengaruh budaya Barat yang melanda dunia Timur terutama Indonesia yang rapuh terhadap pengaruh budaya Barat.contohnya budaya tatoo,valentine,thankgiving,haloween,emansipasi dan HAM serta demokrasi yang salah kaprah dll.Dalam hal waris orang terpengaruh oleh hukum waris perdata atau adat atau oleh perasaan pribadi.tentang adil dan tidak adil,padahal sumber hukum tertinggi bagi umat Islam adalah al Quran.Semoga dengan adanya FORUM ini kita selalu berjalan di jalan yang benar dan terimakasih kepada para pengasuh FORUM yang selalu memberi layanan yang cepat,singkat ,tepat ,mudah dipahami dan ada dasar hukumnya.
Wasiun Mika3 Desember 2013 02.40
'Alaikum salam wr. wb. 
syukur alhamdulillah, anda termasuk orang yang istiqah dengan syari'at Islam, mari kita saling berdo'a dan saling bantu, dan tolong bantu sebarkan juga forum ini ke mana saja anda punya akses. Jazaakumullaahu khaira.

13. Apakah Hukum Waris Islam Masih Berlaku (Relevan) Sampai Sekarang ?
Pertanyaan:
Anonim2 Desember 2013 21.18
Assalamu'alaikum..
saya mau tanya perihal warisan..
apakah pembagian harta warisan itu masih berlaku sampai sekarang melihat kondisi zaman sekarang yangtelah berlakunya persamaan gender.??
Jawaban:
'Alaikum salam wr. wb.
Hukum Allah tetap berlaku sampai hari Kiamat. Rasulullah saw. sebagai Nabi terakhir diutus hingga akhir zaman. Al-qur'an tidak mengenal amandemen (perubahan), tidak lekang dimakan zaman, tidak berubah karena perubahan selera manusia. Manusialah yang seharusnya selalu berpegang pada Al-Quran dan sunnah.Akan halnya orang yang tidak berhukum dengan Al-Qur'an, padahal sudah jelas tertera masalahnya, Allah mengancamnya dengan neraka jahannam, (silakan baca Q..S. Al-Ma'idah: 44, 45, 47 dan 50). Adapun khusus mengenai pelaksanaan hukum waris, balasan dan ancamannya silakan lihaat di Q.S. An-Nisa: 13 dan 14. Mudah-mudahan bermanfaat.

14. Bagian Waris Orang Yang Menyusul Meninggal, Bisakah Diturunkan ?
Pertanyaan:
Rumah Makan Amanda4 Desember 2013 10.49
Arief
Assalamualaikum wr wb. Saya mau bertanya sbb : Alm kakek saya meninggalkan sebidang tanah, saat kakek wafat nenek masih ada dengan 5 anak perempuan. Kemudian nenek wafat maka para ahli warisnya adalah 5 anak perempuan yang masih hidup. Dalam upaya pembagian waris salah satu anak wafat dan meninggalkan 2 anak laki-laki. Apakah otomatis bagian dari anak yang wafat (ibu kandung dari 2 anak laki-laki) ini besarannya dapat diberikan kepada 2 anaknya tsb? Terima kasih
Jawaban
Alaikum salam Wr. Wb. 
Saudara Arief, 1. Ibu dari 2 cucu laki-laki telah sah memiliki bagian waris; karena dia masih hidup   tatkala pewaris (kakek dan nenek) meninggal dunia. Besaran bagian warisnya adalah 20% (dibagi rata untuk 5 anak).2. 2 cucu laki-laki tsb. mempunyai hak waris bagian (milik) ibunya yang belum sempat dibagikan sebagaimana point. 1.3. Ini hanya perkara: Hak waris yang tertunda atau terlambat dibagikan.
Hikmahnya, jika ada pewaris meniggal dunia, hendaklah segera diurus pembagian warisnya. Hal ini bisa menghindari (jejak pusaka yang makin sulit dilacak + ahli waris tidak sempat menikmati bagian warisnya karena satu dan lain hal).Terima kasih telah berkunjung dan berpartisipasi, semoga bermanfaat.

15. Perbedaan Derajat Antara Cucu dari Anak Laki-laki dan Cucu dari Anak Perempuan
Pertanyaan:
Anonim11 Desember 2013 12.25
Dalam hukum waris Islam sering disebut cucu perempuan dari ANAK LAKI-LAKI atau cucu laki-laki dari ANAK LAKI-LAKI dan hampir tidak pernah disebut cucu perempuan dari ANAK PEREMPUAN atau cucu laki-laki dari ANAK PEREMPUAN . Mengapa demikian, apakah ada perbedaan derajat atau kedudukan ahli waris.Terima kasih atas balasannya =
Jawaban:
Anda benar. dalam kaidah waris Islam ada perbedaannya sbb:
1. Cucu dari anak laki-laki adalh termasuk AHLI WARIS yang berhak memperoleh bagian, baik itu jenis kelamin si cucu laki-laki ataupun perempuan.
2. Cucu dari anak perempuan bukanlah ahli waris, tetapi disebut ULUL ARHAAM (kerabat yang tidak mewarisi). artinya: dia hanya akan beroleh bagian jika tidak ada golongan ahli waris.
Semoga bermanfaat.

16. Status Rumah Bapak di atas tanah Nenek
Pertanyaan:
Anonim16 Desember 2013 14.07
Assalamua'alaikum Wr. Wb
Sejak kecil saya dan orang tua saya hidup bahagia di salah satu Kota di Jawa Timur. Sejak bayi saya tinggal bersama ayah dan ibu saya yang masih tinggal di rumah nenek saya (ibu dari ayah). Jelang beberapa tahun ayah saya akhirnya membuat rumah sendiri tidak jauh dari rumah nenek saya. Namun musibah datang ketika saya duduk di Bangku kelas 4 SD, orang tua saya bercerai dan akhirnya saya ikut dengan Ibu (ibu pulang ke rumah orang tua nya, sedangkan ayah masih tinggal di rumah baru) (setelah cerai ibu saya juga tidak minta harga gono gini). Ketika saya kelas 1 SMP ayah dan ibu sama-sama menikah lagi. Ibu dengan ayah baru saya mempunyai satu orang anak laki-laki, dan ayah saya dengan istri barunya tidak mempunyai anak di pernikahannya.
Tepat saya kelas 3 SMP, ayah saya meninggal dunia akibat diabetes. Selang beberapa bulan istri barunya menikah lagi. Rumah orang tua saya akhirnya kosong dan ditinggali oleh paman saya. Ketika sekarang saya sudah bekerja, saya baru mengurus hak milik tentang rumah dan tanah tersebut, keluarga besar ayah saya tidak terima. Mereka ingin rumah tersebut jatuh ke tangan mereka (padahal nenek saya/ibu dari ayah sudah meninggal). Info dari mereka jika ketika ayah membeli pekarangan tanah tersebut, ayah menjual salah satu rumah keluarga yang di ada di Surabaya (versi dari adik adik ayah saya). Namun sertifikate rumah tersebut masih atas nama ayah saya. Namun semua berkas-berkas tanah dan rumah di bawa adik ayah yang ada di Jakarta.
Yang saya pertanyakan, saya harus bagaimana. Hak tanah tersebut sebenarnya milik siapa. Sedangkan hukum ahli waris yang saya ketahui adalah harta warisan akan jatuh ke tangan anak-anak yang ada pembagiannya sendiri antara anak laki-laki dan perempuan. Namun di sini saya kan anak tunggal, ayah tidak punya anak lagi di pernikahan baru nya dan istri barunya sudah menikah lagi. Apakah saya juga harus membagi hak tanah tersebut dengan adik-adik ayah saya, jika iya berapa persen nya dari total semua peninggalan ayah saya. Kenapa saya dipersulit sekali dengan adik-adik ayah saya. Mohon jawabannya sekiranya benar benar bisa membantu saya dalam hal agama ataupun hukum yang berlaku juga.
Terimakasih sebelumnya
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Fio Safugi
Jawaban:
"Alaikum salam wr. wb.
Sdr. Fio Safugi, saya turut bersimpati atas apa yang telah anda alami selama ini. Perkenankan saya memberi jawaban sesuai dengan sedikit ilmu yang saya miliki, sbb.:
1. Dalam hukum Islam tidak dikenal istilah gono-gini; maka orang yang bercerai hanya membawa apa yang telah diperoleh dan atau telah sah dimilikinya saja. Akan tetapi si suami diwajibkan untuk memberikan mut'ah (semacam uang pesangon) yang pantas kepada bekas isterinya. (lihat Q.S. Al-Baqarah; 241).
2. Kepemilikan rumah tergantung bagaimana perolehannya. Jika secara bukti sah bahwa tanah itu sah menjadi milik bapak anda, maka adik-adiknya telah kehilangan hak, tetapi jika ternyata terbukti bahwa itu masih milik nenek anda, maka taksirlah berapa harga rumah berapa harga tanah. nilai harga rumah menjadi hak ahli waris bapak anda dan nilai harga tanah menjadi ahli waris nenek anda (termasuk bagian adik2 (alm.) bapak.
3. Siapa yang meninggal terlebih dahulu antara bapak anda dengan ibunya (nenek)?
 A.Jika bapak anda meninggal duluan, berarti nenek punya bagian 1/6 dari harta (alm.) bapak anda, dan karena belakangan nenek juga meninggal, maka yang 1/6 hak ahli warisnya nenek (termasuk adik-adik bapak).
Pembagiannya untuk ahli waris bapak::
1. ibu (alm.) atau nenek anda: 1/6--------------------- 4/24 atau 16, 66%    (Q.S. An-Nisa:11)
2. Isteri muda (ibu tiri anda ) : 1/8--------------------- 3/24 atau 12,5 %      (Q.S.An-Nisa: 12)
3. Anak laki-laki (anda )      : "ashabah (sisanya)------ 17/24 atau 70,83 %  (Q.S. An-Nisa: 11)
B. Jika nenek yang meninggal terlebih dahulu dari bapak, maka rumah itu menjadi hak waris ahlinya bapak saja, malah ahli waris bapak juga dapat bagian dari warisan nenek, karena waktu meninggalnya nenek bapak anda masih hidup, hanya belum dibagikan saja.
Pembagiannya untuk ahli waris bapak menjadi:
1. Isteri muda : 1/8 atau 12,5 %
2. Anda         : 7/8 atau 87,5 %
4. Hikmah: Sebaiknya harta warisan jangan ditahan terlalu lama, menghindari kehilangan jejak, bukti, atau ada ahli waris yang tidak sempat menikmati bagiannya karena menyusul meninggal duni.
Demikianlah, mudah-mudahan bermanfaat.dan selamat berikhtiar, semoga lancar, mulus tapi penuh kekeluargaan. amin....

17. Cara Pembagian Waris Keluarga Saya
Pertanyaan:
Anonim18 Desember 2013 20.24
Rani
Assalaamualaikuam wr.wb. 
saya mau bertanya kakak laki2 saya meninggal dunia dua minggu setelah isterinya meninggal.Mereka meninggalkan 3 orng anak lk2 dan 5 orng anak perempuan dan waktu itu ibu saya masih ada, 3 tahun kemudian ibu saya meninggal juga,bagaimana cara membagi warisannya,misalkan nilai warisannya Rp.600.000.000,- berapa bagian masing2? mohon dijawab terima kasih.
Jawaban:
'Alaikum salam Wr. Wb.
Mbak Rani, hikmah dari kasus ini adalah, hendaknya jika ada keluarga yang meninggal dunia, harta warisannya tidak ditahan-tahan terlalu lama, takut kehilangan jejak, bukti, atau menyusulnya ahli waris lain yang seharusnya dapat menikmati bagian yang sudah menjadi haknnya.
Setiap orang meninggal (secara umum) memiliki harta dan ahli waris. Dalam kasus keluarga anda, karena diceritakan yang meninggal ada 3 orang, maka akan saya jabarkan pembagiannya secara berurutan juga, sbb.:
1. Saat Isteri kakak meninggal dunia.
Dibagikanlah semua harta milik isteri kakak kepada ahli warisnya, setelah diambil untuk membayar hutangnya (jika ada) dan menunaikan wasiatnya (jika ada).
Ahli warisnya:
- Suami (kakak laki-laki mbak Rani)
- 8 orang anaknya
- Orang tua almarhumah (jika masih ada)
2. Saat Kakak Laki-laki meninggal dunia:
Dibagikanlah semua harta milik  kakak kepada ahli warisnya, setelah diambil untuk membayar hutangnya (jika ada) dan menunaikan wasiatnya (jika ada). Dengan jumlah warisan 600 juta, maka pembagiannya adalah, sbb.:
HASIL TELAH DIKOREKSI, LIHAT GRAFIK DI BAWAH
3. Saat Ibunya Mbak Rani meninggal dunia
Dibagikanlah semua harta milik  ibu kepada ahli warisnya (termasuk bagian waris ibu dari kakak yang Rp. 100 jt, setelah diambil untuk membayar hutangnya (jika ada) dan menunaikan wasiatnya (jika ada).
Ahli warisnya:
- Semua anak-anak ibu
- Orang tuanya ibu (jika masih ada).
Demikianlah yang dapat saya bantu, terima kasih telah berkunjung dan berpartisipasi di blog jadipintar.com. Semoga bermanfaat. salam untuk keluarga.
Koreksi Jawaban:
Anonim19 Desember 2013 19.49
Rani
Assalaamualaikum wr.wb.sebelumnya minta ma'af di jawaban no 18. warisan ibu saya dari kakak saya yg meninggal itu 1/8 apa 1/6? terus terang kemarin anak2nya kakak saya menyelesaikan warisannya di Pengadilan Agama Cibinong Bogor hasilnya ibu mendapat 1/6 dari harta kakak saya setelah di bagi dua dulu dg isterinya yg sdh meninggal ktnya harta gono gini.padahal isteri kakak saya itu hanya sbg ibu rumah tangga.malah klo beli apa2 dulu selalu kerja sama dg ibu saya ,tapi anak2nya sepertinya keberatan membagi 1/6 langsung dari harta kakak saya seperti yg di sarankan oleh bpk kyai setempat,malah ingin ke pengadilan.Pertanyaan saya apa cara paengadilan itu sudah sesuai dg syariat islam? apa boleh seperti itu?
'Alaikum salam Wr. Wb.
1. Subhanallaah, koreksi anda benar, saya telah menjawab dengan kurang teliti, bagian waris ibu memang 1/6 seperti yang tertera di Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 11. "... Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. ..."
2. Dalam kaidah waris Islam, tidak dikenal istilah gono-gini. Istilah itu adalah kebiasaan adat masyarakat di jawa. Di beberapa tempat di jawa, ada berlaku adat bahwa apabila suami meninggal, maka sebelum di fara'idh dipisahkan dahulu 1/3 harta untuk isteri yang mereka namakan gono-gini , raja-kaya di Sunda, dan seguna-sekaya di Sumatera, lalu 2/3 lagi dibagi dan dalam 2/3 ini isteri dapat lagi sebagai isteri menurut syari'at. Asal mulanya dilakukan adat ini, karena isteri turut bekerja buat mendapatkan kekayaan itu, tetapi lama kelamaan walaupun isteri itu tidak turut bekerja, ia dapat 1/3 itu dari kekayaan suami yang terdapat sesudah kawin dengannya, tidak dari kekayaan sebelum kawin dengannya.
3. Cara pembagian yang menyalahi hukum Islam bathil hukumnya darimanapun datangnya, suruh merujuk pada  Surat An-Nisa ayat  14 (hukumannya kekal di neraka jahannam).

18. Pembagian Waris Harta Kakek
Pertanyaan:
Anonim24 Desember 2013 14.12
Assalamuallaiku Ustadz,
saya mau bertanya tentang pembagian warisan yang ditinggalkan oleh kakek saya.
jadi kakek saya punya sebidang tanah (beserta rumah),
kakek saya hanya mempunyai 2 anak perempuan yaitu anak 1 (ibu saya) dan anak 2 (tante saya).
kakek dan nenek sudah meninggal, ibu dan bapak saya sudah meninggal. dan tante saya sudah meninggal (oom masih hidup).
 saya 4 bersaudara (3 laki, 1 perempuan), sedangkan tante saya mempunyai 2 anak perempuan.
info tambahan :
tanah tersebut diurus , ditempati dan dipelihara oleh ibu saya dan anak2nya (termasuk saya selalma 40 thn lebih) sedangkan keluarga tante tinggal di sulawesi.
pertanyaan saya,
1. siapa sajakah yg termasuk ahli waris
2. bagaimanakah pembagian warisannya menurut islam
3. ada yang bilang warisan tersebut langsung dibagi 2 kubu (yaitu keluarga ibu dan keluarga tante), ada yg bilang warisan tersebut dibagi semua cucu2 dengan pembagian cucu laki 2 kali dari cucu perempuan. yang mana kah yang benar menurut sariat islam
Jawaban:
'Alaikum salam wr. wb.
Saudara Anonim yang dirahmati Allah, jika seseorang mati dan hanya meninggalkan 2 orang anak perempuan saja atau lebih, mereka mendapat 2/3 bagian waris atau masing-masing anak mendapatkan 1/3 bagian waris (silakan lihat Q.S. An-Nisa: 12. " ...Dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. ...") Sayang sekali anda tidak menyebutkan apakah pada saat meninggalnya kakek-nenek ada mempunya orang tua, saudara laki-laki atau saudara perempuan sekandung atau se-ayah, atau keponakan dari saudara laki-laki sekandung/se-ayah, karna hal ini berguna untuk mengetahui kemana sisa bagian yang 1/3 akan diberikan.
Tapi baiklah saya berasumsi bahwa memang hanya meniggalkan 2 anak perempuan saja sebagai ahli warisnya tanpa ada yang lain seperti yang anda tulis.  Maka jawaban pertanyaan anda, sbb.:
1. Yang termasuk ahli waris kakek-nenek adalah:
  - Anak perempuan 1   (ibu anda) mendapat 1/3 harta atau 33,33%
  - Anak perempuan 2 (tante anda) mendapat 1/3 harta atau 33.33%
Adapun sisanya yang 1/3 (jika tidak ada ahli waris lain), terjadi perbedaan pendapat :
a. Sisanya diberikan kepada baitulmal, jika tidak ada ahli waris 'ashabah (Pendapat Zaid bin Tsabit, 'Urwah, Az-Zuhri dan Asy-Syafi'i).
b. Sisanya diberikan kepada semua ahli waris menurut kadar bagian masing-masing. (pendapat Utsman), Dalam istilah waris, harta bersisa disebut: RADD.
c. Sisanya diberikan kepada semua ahli waris, kecuali suami-isteri, ayah dan kekek,(Pendapat 'Umar, Ali, Jumhur sahabat dan Tabi'in). Dan pendapat inilah yang terpilih, dan inilah madzhab Abu Hanifah, Ahmad, dan pendapat yang dipegangi bagi aliran Syafi'i, serta sebagian pengikut Malik, ketika baitulmal telah rusak, dan undang-undang Mesir pun mengambil pendapat ini.  Allahu a'lam.
2. Pembagian warisnya:
Hak warisnya diberikan kepada masing-masing penerima, yakni kepada ibu dan tante anda. dan karena keduanya telah meninggal juga, maka bagiannay menjadi harta pusaka masing-masing ahli waris keduanya.
3. Cucu (generasi anda) beroleh bagian, bukan karena status "cucu" tetapi karena anda adalah "anak" dari almarhumah ibu. maka sistim pembagiannya adalah, sbb.:
1.Bagian pusaka dan ahli waris ibu anda:
- Anak Laki-laki    1: 2/7 atau 28,57%
- Anak Laki-laki    2: 2/7 atau 28,57%
- Anak Laki-laki    3: 2/7 atau 28,57%
- Anak perempuan:  1/7 atau 14,28%
2. Bagian pusaka dan ahli waris tante anda:
- Suami........................ : 1/4   atau 25%                
- Anak perempuan  1  ;  1/3  atau 33,33%
- Anak perempuan 2 :  1/3  atau 33,33% ; adapun sisanya yang 1/12 atau 8,33% , diperlakukan seperti nomor 1.a,b atau c  di atas.(tentang sisa)
Demikianlah, mudah-mudahan bermanfaat.

19. Bagian Waris Ibu Tiri
Pertanyaan:
Aska Srg25 Desember 2013 12.19
Assalamua'alaikum Wr. Wb.
Mohon pencerahan tentang HAK WARIS IBU TIRI.
Ayah saya telah meninggal sebulan yang lalu meninggalkan istri ( ibu tiri saya ), 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan ( dari ibu tiri tidak mempunyai keturunan )
Harta yang ditinggalkan adalah tanah warisan dari kakek saya dan rumah .
Selama perkawinan ayah dengan ibu tiri saya tidak menghasilkan harta, semua harta yang digunakan adalah harta ayah saya warisan dari kakek saya.
Yang ingin saya tanyakan :
Apakah ibu tiri saya berhak mendapatkan warisan tanpa adanya harta gono gini.?
Mohon penjelasan.
Terimakasih sebelumnya
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Jawaban:
'Alaikum salam wr. wb.
Sdr. Aska srg yang dirahmati Allah, status ahli waris hendaklah dilihaat dari kacamata si mati. Yang dimata anda "ibu tiri" jika dinisbatkan kepada almarhum Ayah, dia statusnya adlah "isteri", dan dalam kaidah Islam, isteri mendapat bagian waris manakala suaminya meninggal. Hanya ada beberpa hal yang perlu diperhatikan sebelum peninggalan ayah dibagikan, yakni:
Yang dimaksud harta warisan ayah adalah semua harta yang menjadi/sah milik ayah saja, tidak termasuk harta bersama/kumpulan. Dalam waris Islam tidak dikenal istilah gono-gini atau gini-gitu.
Bagilah terlebih dahulu harta warisan kakek kepada ahli warisnya, agar diketahui berapa bagian ayah anda, yang kemudian ditambahkan sebagai harta pusaka ayah.
Sebelum harta warisan ayah dibagikan, coba teliti dulu siapa tahu ada hak yang perlu ditunaikan seperti membayar hutan-hutang ayah (jika ada), menunaikan wasiat /nadhar ayah waktu hidup (jika ada). Barulah  sisanya dinamakan harta warisan yang siap dibagikan.
Demikianlah yang dapat saya bantu, terima kasih telah berkunjung dan berpartisipasi di blog jadipintar.comSemoga bermanfaat, salam untuk keluarga.

20. Sahkah Hibah Ayah Untuk Ibu Tiriku ?
Pertanyaan:
Aska Srg26 Desember 2013 11.39
Terimakasih Pak Ustadz atas pencerahannya.
Memang saya menghendaki apa yang sudah ditetapkan Allah dalam firmanNya Dan bagaimanapun uuga ibu tiri saya adalah benar seperti yang Bapak jelaskan bahwa ibu tiri adalah istri syah ayah dan itu berarti ibu saya juga.
Namun saya dalam posisi bingung menghadapi saudara-saudara saya yang mungkin tidak akan setuju dengan aturan itu.
Karena mereka beranggapan bahwa pertama harta itu harta warisan kakek dan alasan kedua bahwa ibu tiri kami sudah diberangkatkan menunaikan ibadah Haji dengan biaya dari ayah kami ( menjual sebidang tanah ) dan alasan ketiga ibu tiri kami telah dihibahkan sebuah rumah oleh ayah semasa hidup.
1. Bagaimana saya menghadapi saudara saya..?
2. Syahkah ayah menghibahkan rumah ke ibu tiri kami...?
Dengan permasalahan ini, saya mohon dengan sangat pencerahan lanjut dari Bapak, agar saya tidak salah dalam mengambil keputusan atau mengambil hak saya.
Saya takut seandainya ada yang bukan hak saya yang saya terima.
Terimakasih...
Jawaban:
Sdr. Aska srg,
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡہَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرً۬ا كَمَا حَمَلۡتَهُ ۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَٮٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡڪَـٰفِرِينَ 
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebaikan] yang diusahakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya. [Mereka berdo’a]: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (Q.S.Al-Baqarah: 286).
1. Cobalah anda beri pengertian dan penjelasan dengan penuh kesabaran. Jika mereka setuju, insyaallah itu hidayah buat semuanya. Akan tetapi jika mereka tetap menolak, jangan berputus asa, asal hati anda tetap lebih mantap dengan hukum Allah, apabila keputusannya mereka tetap tidak setuju, anda terlepas dari tanggung jawab, karena sudah menjalankan kewajiban mengingatkan. Perolehan yang lebih dari hak anda yang sebenarnya, sedekahkanlah, dan berapa yang kurang dari semestinya, ikhlaskanlah, rejeki Allah terhampar luas di dunia ini.
2. Hibah dari pemilik semasa hidupnya, adalah dibenarkan selama tidak ada paksaan. Hanya Hibah seharusnya ada keadilan dan memperhatikan kehidupan ahli waris di kemudian hari. Nabi saw. pernah menolak menjadi saksi ketika orang menghibahkan budak hanya kepada satu anaknya dan tidak pada semuanya.
Perbanyaklah amal ibadah dan dzikir anda, kepada Allahlah kita berserah diri.
Terima kasih kembali, semoga bermanfaat.

21. Hak Waris Ibu Kandung
Pertanyaan:
Anonim31 Desember 2013 10.55
seorang istri wafat meninggalkan suami ,satu anak perempuan dua anak laki-laki dan ibu kandungnya.-suami almarhum membuat surat ahliwaris dimana ibu kandung alm.tidak dimasukkan sebagai ahli waris padahal masih hidup-dan alm.ketika masih hidup pernah diberi /hibah oleh ibunya tsb sebidang tanah dan rumah
.PERTANYAANNYA -1.berdosakah suami yang tidak segera membagi waris harta peninggalan isterinya/alm.(lebih dari dua tahun) 2.berdosakah suami yang menghapus/menghilangkan ibu kandung alm (mertua suami )dari daftar ahli waris padahal ibu itu telah brumur 83 tahun. .-terima kasih atas pencerahannya.
Jawaban:
Sdr. Anonim, alangkah baiknya jika pertanyaan anda diawali dengan salam.
Surat atau wasiat atau apapun wajib dilaksanakan selama tidak bertentangan dengan kaidah agama, jika bertentangan maka hukumnya batal. Karena pembagian harta waris itu bukan sekehendak pemilik harta atau sekehendak sebagian ahli warisnya, akan tetapi berdasarkan kehendak dan ketetapan Allah sebagai pemberi rezeki dan penguasa manusia.
1. Agama menganjurkan agar waris segera dibagikan setelah urusan kematian sudah selesai, hal ini untuk mencegah hilangnya barang bukti, saksi-saksi, dan kemungkinan adanya ahli waris yang menyusul meninggal hingga tak menikmati bagian yang menjadi haknya.
2. Tentang Ibu Kandung (alm) atau mertua suami, beliau mendapat hak waris 1/6 dari harta yang siap dibagikan sebagai waris secara mutlak, baik pernah memberi hibah atau tidak !
Semoga bermanfaat.

22. Hak Waris Anak Kandung dan Anak Angkat
Pertanyaan:
Anonim5 Januari 2014 00.23
Ass.wr.wb .
Kami mohon dibantu kasus waris : ayah saya telah meninggal, beliau meninggalkan 1 org istri, 4 org anak sekandung (3 laki2 dan 1 perempuan) dan 5 anak tiri (3 laki2 dan 2 perempuan) bawaan ayah saya dari istri terdahulu, yg selama ini diurus dan dibesarkan oleh ibu saya.kami mohon pencerahan dan bagaimana pembagiannya? Walaikum salam...
Jawaban:
'Alaikum salam Wr. Wb.
Dari kacamata isteri kedua, 5 anak bawaan ayah adalah "anak tiri", artinya jika isteri kedua ayah meniggal, kelimanya tidak mendapatkan hak waris. Akan tetapi, dari kacamata ayah, kelimanya adalah "anak kandung", artinya manakala ayah meninggal dunia, mereka adalah ahli waris.
Maka pembagian warisnya adalah sebagai berikut)

Semoga bermanfaat dan dapat dilaksanakan dengan mengharapkan ridha Allah Ta'ala.
Terima kasih telah berkunjung ke jadipintar.com, salam untuk keluarga.

23. Pembagian Waris Anak Bawaan Diantara Anak Kandung
Pertanyaan:
asep hendra8 Januari 2014 16.11
saya mau tanya hak waris anak bawaan bapak dan anak bawaan ibu dengan hak waris anak kandung///
asep hendra8 Januari 2014 16.16
saya mau tanya hak waris..ayah aya duda membawa anak 2 ibu saya janda membawa anak 3 dari perkawinan ayah dan ibu saya lahir anak 5,bagaimanak cara pembagiannya..kedua orang tua saya telah meninggal..mohon beri jawaban agar saya dapat berlaku adil!
Jawaban:
Sdr. Asep Hendra, alangkah baiknya jika pertanyaannya diawali dengan salam.
Jawaban pertanyaan anda adalah tergantung bagaimana kronologis kematiannya, artinya siapa yang menginggal terlebih dulu diantara ibu dan bapak karena hak waris itu hanya akan di dapat oleh anak kandung, bukan anak bawaan/anak tiri.
1. Jika bapak meninggal lebih dulu, maka ahli warisnya: Isteri, 5 anak kandung dan 2 anak bawaan bapak, Jika kemudian ibu menyusul, ahli warisnya adalah: 5 anak kandung dan 3 anak bawaan ibu.
2. Jika ibu meninggal lebih dulu, maka ahli warisnya adalah: bapak, 5 anak kandung dan 3 anak bawaan ibu. Jika kemudian bapak menyusul, ahli warisya adalah: 5 anak kandung dan 2 anak bawaan bapak.
Mudah-mudahan bisa dipraktekkan secara istiqamah.

24. Cara Membagi Rumah dan Sebidang Tanah
Pertanyaan:
Anonim8 Januari 2014 16.28
Assalamualaikum.. 
Saya mau tanya, sebidang tanah beserta rumah kira 600 m2.pembagiannya gimana? Anak2 ada 7 orang. Anak pertama laki2 dan yg lainya perempuan semua. Wassalam.
Jawaban
'Alaikum salam Wr. Wb.
1. Pertama, taksir dulu berapa kira-kira jumlah harga rumah dan tanah pusaka.
2. Jumlah yang didapat langsung dibagi 8 (anak laki-laki 2 x) *
Atau rinciannya, sbb:

Gampang kan ? selamat berbagi......
* jika tidak ada ahli waris lain seperti orang tua almarhum (dari bapak dan ibu), Pastikan sudah dibayarkannya hutang, wasiat, nadzar kedua orang tua, dll. (jika memang ada)

25. Pembagian Warisan Paman yang Membujang

Pertanyaan:       
setiawan adi9 Januari 2014 19.41
Assalamualaikum.wr.wb.
Saya mau bertanya untuk masalah kewarisan sebagai berikut.
Ayah saya adalah 7 bersaudara, yang terdiri dari 3 pria (termasuk ayah saya) dan 4 wanita.
Ayah saya sudah meninggal lebih dahulu begitu juga 2 orang bibi saya sudah meninggal.
Saat ini adik ayah saya (paman saya) meninggal, dan beliau tidak menikah dan ada meninggalkan harta warisan sejumlah 100 bagian.
Saya hendak bertanya siapa sajakah pewaris beliau. Ayah saya mempunyai anak 2 orang yaitu saya dan kakak perempuan saya.
Sementara kedua bibi saya yang sudah meninggal juga ada meninggalkan anak-anak yaitu yang seorang mempunyai 3 anak lelaki sedang bibi saya yang lain yang sudah meninggal mempunyai 2 anak laki dan 3 anak perempuan.
Bagaimana pula cara menghitungnya. Serta bagian2nya. Terima kasih atas jawabannya.
BalasHapus
Jawaban:
'Alaikum salam Wr. Wb.
Sdr. Setiawan Adi yang dirahmati Allah, paman anda yang meninggal dunia, disebut "kalalah" yakni orang yang meninggal tanpa meninggalkan ahli waris bapak dan anak. Sayang sekali anda hanya menceritakan 4 dari 7 bersaudara, sementara yang 3 lainnya tidak diceritakan kabarnya, apakah masih hidup atau sudah meninggal , karena menurut kaidah ilmu waris, merekalah (saudara-saudara almarhum) yang lebih berhak mendapatkan warisannya, demikian juga jenis kelamin saudaranya turut memperngaruhi besaran penerimaan harta warisan "kalalah". Hal ini sesuai dengan firma Allah dalam Surah An-Nisa ayat 176:
يَسۡتَفۡتُونَكَ قُلِ ٱللَّهُ يُفۡتِيڪُمۡ فِى ٱلۡكَلَـٰلَةِۚ إِنِ ٱمۡرُؤٌاْ هَلَكَ لَيۡسَ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَلَهُ ۥۤ أُخۡتٌ۬ فَلَهَا نِصۡفُمَا تَرَكَۚ
وَهُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمۡ يَكُن لَّهَا وَلَدٌ۬ۚ فَإِن كَانَتَا ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُمَا ٱلثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَۚ وَإِن كَانُوٓاْ إِخۡوَةً۬
 رِّجَالاً۬ وَنِسَآءً۬ فَلِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِۗ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَڪُمۡ أَن تَضِلُّواْۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمُۢ
Mereka meminta fatwa kepadamu [tentang kalalah . Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah [yaitu]: jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai [seluruh harta saudara perempuan], jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka [ahli waris itu terdiri dari] saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan [hukum ini] kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Adapun tentang keponakan almarhum, hukumnya sbb.:
1. Mereka menjadi ahli waris jika almarhum tidak memiliki saudara laki-laki (artinya masih ada sisa setelah bagian untuk saudara perempuan).
2. Keponakan yang jadi ahli waris, bahkan 'ashabah hanyalah keponakan laki-laki dari saudara laki-laki almarhum.
3. Adapun keponakan perempuan dan keponakan dari saudara perempuan almarhum, statusnya adalah ulul arhaam atau kerabat yang tidak mewarisi, atau dengan kata lain dia mewarisi jika tidak ada golongan ahli waris.
Mohon maaf tidak bisa menguraikan besaran bagian waris paman anda karena kurang lengkapnya data. tapi jika keterangan di atas sudah dianggap cukup, maka bertawakkallah kepada Allah, laksanakanlah syari'at tanpa memikirkan apa yang luput. insyaallah barakah, amin.

                       ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ          
      “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

245 komentar:

«Terlama   ‹Lebih tua   201 – 245 dari 245
Anonim mengatakan...

'Alaikum salam wr. wb.
1. Dalam masalah pemilikan, hukum Islam dan hukum negara bisa berbeda cara penanganannya, hukum Islam mendasarkan pada akad, sementara hukum negara pada bukti legalitas (surat).
2. Ahli waris bapak hanya:
- 1 orang isteri (mertua anda)
- 1 Anak laki-laki (dari isteri pertama)
- 1 Anak perempuan (dari isteri kedua).
Cucu dan semua saudara terhalang oleh anak laki-laki. Tapi jika saat meninggal bapak masih mempunyai orang tua, ortuanya tetap dapat bagian.

Anonim mengatakan...

'Alaikum salam wr. wb.
Ahli waris dan pembagiannya adalah sbb.:
1. Isteri: 8/80 (12,5%)
2. 3 Anak laki-laki, masing-masing: 14/80 (17,5%).
3. 4 Anak perempuan, masing-masing: 7/80 (8,75%).

bayu hariyadi mengatakan...

assalamualaikum saya punya bibi tapi gak punya keturunan hanya dari kecil mengasuh anak sampai deawasa , kemarin meninnggal dunia , kemarin belum genap 7 hari anak tersebut sudah buru buru akan balik nama sertfikat rumah , padahal bibi punya suadar 5 perempuan 3 2 laki laki termasuk ayah saya, menurut jalurnya bisa nngak saya berontak untuk mempertahankan diri dari harta bibi saya tersebut , memang dari pihak keluarga terpecah jadi 2 ada yang pro dan kontra gimana baiknya pemecahan permasalhan ini

Anonim mengatakan...

'Alaikum salam wr. wb.
Menurut hukum waris Islam, anak angkat tidak berhak atas harta warisan, karena bukan ahli waris.
Jika bibi anda sudah tidak memiliki orang tua lagi, maka warisannya diberikan semua kepada 5 saudaranya, dengan komposisi saudara laki-laki mendapat 2 kali bagian saudara perempuan.

Supriyono Zaydan mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb
Ustadz, Mohon penjelasanya mengenai permasalahan waris di keluarga saya
Kedua orang tua saya sudah meninggal dunia, ibu saya meninggal dunia pada bulan oktober 2009, dan ayah saya meninggal dunia pada bulan Januari 2000.
Orang tua saya menikah antara duda dan janda,ayah duda cerai dengan istri pertama tanpa anak (tidak mempunyai anak), sedangkan ibu saya janda karena suami pertama meninggal dunia dengan 6 orang anak perempuan.
Hasil pernikahan antara ayah dan ibu saya (pernikahan yang kedua mereka) mempunyai anak 4 orang (3 laki-laki dan 1 perempuan). Harta [peninggalan orang tua kami berasal dari hasil usaha setelah mereka menikah, dari pernikahan pertama mereka (baik ibu maupun ayah) tidak meninggalkan harta, baru dari pernikahan kedua mereka mempunyai kebun yang luasnya lebih kurang 4 Ha dan sebuah rumah tempat tinggal.
Bagaimanakah cara pembagian harta warisan peninggalan orang tua saya tersebut, apakah anak bawaan ibu saya dari hasil perkawinan pertama mendapat bagian juga, mohon jawaban dan penjelasan pak ustad, karena kakak kami bawaan ibu dari perkawinan pertama meminta bagian ibu saya yang 1/8 bagian. Karena ibu sudah meninggal duluan dan tidak mempunyai saudara dan orang tua (mereka sudah meninggal dunia), Jadi untuk siapakah bagian ibu saya tersebut, apakah untuk semua anaknya (hasil pernikahan pertama atau untuk anak dari hasil pernikahannya dengan ayah saya,
Terima kasih sebelumnya
Wassalamualaikum wr wb

Wasiun Mika mengatakan...

Alaikum salam Wr. Wb.
1. Sebelum dibagikan warisan kedua orang tua anda, hendaklah dipisah dulu mana harta yang milik ibu dan mana yang milik ayah, jika semua harta merupakan hasil kerja bersama yang sama besar, maka boleh ditaksir bahwa bagian keduanya masing-masing 50:50.
2. Sebelumnya bagikan dulu warisan dari ayah, di situ ibu dapat 1/8 yang mesti ditambahkan sebagai harta ibu yang mesti dibagikan kepada ahlinya.
2. Bagian warisan dari ibu dibagikan kepada:
- 7 Anak perempuan, masing-masing: 1/13 (7,69 %).
- 3 Anak laki-laki, masing-masing :2/13 (15,38 %).
Keterangan:
1. Semua anak dari ibu mendapatkan bagian waris ibu, tetapi ketika membagi waris ayah, anak bawaan ibu tidak dapat.
Semoga bermanfaat.

Wasiun Mika mengatakan...

Blogger Ummi Azzam berkata...
ASSALAMUALAIKUM Ustad.

Ibu saya meninggal tahun January 2010. Bapak saya masih hidup sampai sekarang. ibu saya meninggalkan 5 orang anak perempuan yang semua sudah menikah dan punya anak. ada kakak kami 1 orang yang sudah meninggal duluan sebelum ibu saya meninggal.
1. kakak perempuan no 1 punya anak 2 perempuan dan 1 laki laki ( suami kakak sudah meninggal)
2. Kakak perempuan no 2 punya 2 anak laki laki dan 1 anak perempuan
3. kakak perempuan no 3 sdh meninggal (punya 2 anak laki2 dan 1 anak perempuan). skrg suami kakak saya sdh menikah lagi
4. kakak perempuan no 4 punya 3 anak laki laki
5. kakak perempuan no 5 punya anak 1 laki laki
6. saya anak no 6. punya 1 anak laki laki waktu ibu saya meninggal dan beberapa bulan setelah ibu meninggal saya melahirkan 1 bayi laki laki juga. semisal ibu mempunyai harta uang, emas, tanah dan rumah berapa bagian masing2nya? sebelum ibu meninggal orang tua kami sudah membagi bagi tanah buat anak anaknya, buat ibu sendiri dan bapak kami. apakah setelah ibu meninggal otomatis bagian atas nama ibu akan jatuh ke tangan bapak, atau bagaimana. mohon penjelasannya ustad.

wassalam
Mintarsih

13 Agustus 2015 10.59

Jawaban;
1. Harta yang dibagikan adalah semua yang sah menjadi milik ibu (saja).
2. Dari 6 anak, hanya 5 yang mewarisi, karena yang meninggal terlebih dahulu tidak menjadi ahli waris dan bagiannya tidak diturunkan ke anak-anaknya.
3. Cucu dari almarhum ibu anda, tidak ada yang mendapatkan waris karena cucu dari anak perempuan bukanlah ahli waris.
4. Pemberian dikala si pemberi hidup disebut hibah, itu sudah sah menjadi milik si penerima. hibah yang diberikan untuk ibu menjadi warisan ketika ibu meninggal (kalau objek hibahnya masih ada).
Maka ahli waris dan pembagiannya adalah sbb.:
1. Suami /ayah anda: 15/60 (25%).
2. 5 Anak perempuan masing-masing: 9/60 (15%).
Semoga bermanfaat.

pramono pramono mengatakan...

assalamualaikum wr.wb
saya anak tunggal dari hasil perkawinan sambung bapak dan ibu saya, sebelum menikah dengan bapak saya, ibu saya sudah pernah menikah dan punya 2 orang anak ,sudah menikah dengan bpk saya +- 45 thn, ibu saya sudah memilik rumah tanah sebelum menikah dengan bapak saya,tp belum bersertifikat, baru bersertifikat thn 2010 kemarin,ibu saya sudah meninggal, yang jadi pertanyaan:
1.apakah bpk saya mendapat hak waris dari ibu saya?
2.apakah saya mendapat hak waris dari ibu saya?
3. misal dapat bagaimana pembagiannya?
karena kakak tiri pertama saya berusaha menguasai rumah tsb dan mau mengusir bpk saya
terima kasih atas pencerahannya
wassalamualaikum. wr.wb

Wasiun Mika mengatakan...

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan anda adalah:
1. Ya, bapak anda dapat waris dari peninggalan isterinya, besarnya 1/4 (25%).
2. Ya, anda sebagai anak dapat warisan juga apalagi anak laki-laki sebagai 'ashabah (mengambil sisa), pasti dapat.
3. Ahli waris ibu anda, jika beliau ketika meninggal sudah tidak mempunyai orang tua, adalah: suami dan para anaknya. Sayang anda tidak menginformasikan jenis kelamin 2 kakak tiri anda, sehingga tidak bisa dituliskan berapa bagian masing-masing anak, karena anak perempuan dan laki-laki perolehannya berbeda.

Mulyono mengatakan...

Assalamu alaikum
Kakkek saya mempunyai warisan sebidang tanah, dan ibu saya menmpati tanah tersebut sampai skr. Pertanyaan saya adalah apakah bener ibu saya tdk mendapat bagian warisan dikarenakan udh diberi kesempatan mendiami tanah warisan itu sampai skr. Mohon penjelasan nya
wassalam

Wasiun Mika mengatakan...

Alaikum salam wr. wb.
Sdr Mulyono yang dirahmati Allah, memanfaatkan fungsi tanah tidaklah menjadi penghalang mendapatkan waris, tidak ada dalilnya sama sekali. Kecuali tanah itu dijual atau diklaim milik milik ibu anda, maka bisa dihitung sebagai pengurang perolehan warisan ketika dibagikan.
Hal-hal yang menghalangi seseorang beroleh warisan adalah: beda agama, pembunuhan, penghambaan dan tidak tentu kematiannya.
maka ibu anda adalah salah satu dari ahli waris kakek dengan status sebagai anak.

florentina anty mengatakan...

assalam`mualaikum,,,

selamat pagi pak,saya mau tanya,jika seseorang pada saat pengambilan rumah BTN status msh lajang,persyaratan yg mendukung salah satu nya adalah Kartu Keluarga sedangkan dalam KK tsb terdapat bapak,ibu & kedua adik nya,,yg saya mau tanyakan,,apabila org tsb menikah lalu siapa kah ahli waris untuk rmh tsb??? apakah kluarga yg bersangkutan yg tertera dlm KK ato org tsb dgn pasangannya stlh menikah?? tolong pencerahannya pak,trims

wassalamualaikum
12 september 2015

Wasiun Mika mengatakan...

'Alaikum salam wr. wb.
Ibu Florentina Anty, penentuan ahli waris itu sudah ditetapkan Allah dan dijelaskan Rasulullah dalam beberapa hadits, tidak tergantung apakah ia tercantum di KK atau tidak. Karena terkadang ahli waris lain memiliki KK baru ketika berumah-tangga, bahkan orang lain pun bisa masuk KK kita dengan istilah "numpang KK"
Jika si mati ahli warisnya seperti anda sebutkan di atas, maka sebelum dibagi waris hendaklah dilunasi dulu hutang-hutang si mati, dan bayarkan wasiatnya jika ada. Maka ahli waris dan bagiannya ada dua pendapat khususnya mengenai bagian ibu almarhum, sebagai berikut:
- Isteri: [1 bagian]: 1/4.
- Ibu: [1 bagian]: 1/4.
- Bapak: [2 bagian]: 2/4.
Metode ini didigunakan oleh Umar bin Khattab, Ali dan Zaid bin Tsabit.
Sebaliknya, Ibnu Abbas dan beberapa thabi'in dan ulama memfatwakan tentang 2 masalah tersebut sebagai berikut:
B. Isteri: [3 bagian): 1/4
Ibu:[4 bagian]: 1/3 dari jumlah harta (bukan sisa dari isteri).
Bapak: [5 bagian]: sisa ('Ashabah).
Semoga bermanfaat.

AGUS PRASETIYONO mengatakan...

Assalamu'alaikum pak Ustadz
Mohon penjelasannya untuk kasus warisan ibu saya,Paman saya (adik dr ibu saya sebut saja Paman IMRON)belum menikah sampai beliau meninggal. Paman IMRON menjual tanahnya kepada keponakannya beliau sendiri (anak dari Bibi saya / adik Paman saya sebut saja BAM).
Tanah tersebut adalah peninggalan Orang Tua dari ibu saya dan Paman IMRON tetapi statusnya sudah menjadi hak milik Paman IMRON.
Paman IMRON menjual tanahnya ke BAM dg harga Rp 45 juta dg perjanjian diatas materai dan hanya dg satu saksi yaitu Paman saya satunya lg (adik dr Paman IMRON, sebut saja Paman NGIN). Transaksi dibayar tunai tetapi selang 3 bulan kemudian BAM meminjam uang pembayaran tersebut sebesar Rp 15 juta.
Sampai Paman IMRON meninggal BAM belum sempat melunasi pinjaman uang tersebut.
Pertanyaannya:
1. Apakah transaksi itu sudah sah karena tidak ada sepengetahuan ibu saya?
2. Apakah Ibu saya bisa menuntut warisan Paman IMRON?
3. Bagaimana cara membagi warisannya?
4. Apakah ibu saya BISA memiliki hak waris itu?
Demikian pak ustadz pertanyaan dari saya, mohon petunjuk jawaban dr pak Ustadz
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Wasiun Mika mengatakan...

'Alaikum salam wr. wb.
1. Sah, karena itu tanah milik paman Imron, beliau orang dewasa yang sah melakukan transaksi jual beli. Tidak perlu memberi tahu apalagi meminta ijin ibu anda, kecuali tanah itu milik bersama.
2-4. Ibu anda termasuk ahli warisnya jika alm. paman Imron sudah tidak memiliki orang tua lagi. Warisan menjadi saudara-saudaranya, dimana saudara laki-laki memperoleh 2 kali bagian saudara perempuan.
NB: kekurangan pembayaran keponakan yang 15 juta mesti ditagih dan dimasukkan harta waarisan alm. paman Imran.
Semoga bermanfaat.

lay vibre mengatakan...

saya mau tanya , ayah dan ibu saya sudah meninggal punya anak hanya saya, sedangkan saya baru umur 16 th dan untuk mengurus penerima waris harus ada KTP, apakah saya harus menunggu hingga 17 tahun tapi saya juga butuh dana untuk sekolah, apakah ada cara lain? Terima Kasih

Wasiun Mika mengatakan...

Jika saudara mengurus permasalahan pembagian waris itu ke Pengadilan, memang salah satu syaratnya adalah memiliki KTP. Pengurusan ke Pengadilan gunanya adalah untuk legal formal sekiranya ada harta peninggalan yang mau dibalik namakan atau mau di perjual-belikan.
Jika harta peninggalan belum memerlukan proses-proses itu, atau bisa diurus kemudian waktu, maka harta warisan secara hukum sebenarnya sudah menjadi milik para ahli warisnya, dan sudah bisa langsung dimanfaatkan. Jika anda anak laki-laki dan almarhum sudah tidak mempunyai orang tua lagi (kakek-nenek anda), maka secara hukum Islam, anda mewarisi 100% semua peninggalan pusaka.
Semoga bermanfaat.

dansva priangan mengatakan...

asalamualaikum pa ustad,sy mau bertanya tentang tanah dan rumah kakek sya.sy sebagai cucu,dari ibu saya yg kini tinggal ibu dn bpk sy yg masih sehat dn hidup.semua kakak adik ibu sudah pada meninggal kini hanya ibu seorang tnpa saudara saudaranya.bahkan rumah yg di tinggalkan sang kakek di tempati oleh ank dari kakak ibu yg paling tua.apakah ibu saya punya haknya/atas tanah yg kini di tempati oleh ank kaka ibu saya yg sudah meninggal.mohon penjelasannya,wassalam teddy bandung..

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum Wr.Wb

Saat ini Si A saya sedang mengalami kebingungan karena sang istri menuntut harta, padahal mereka masih berstatus suami istri. Si A menikah dengan istri terdahulu dan memiliki satu orang anak. Sedangakan dengan pernikahan keduanya dia tidak memiliki anak. Sebelum menikah dengan istri kedua Si A telah memiliki beberapa toko rumah dan mobil, Sedangkan si istri kedua sama sekali tidak membawa apa-apa. Dan setelah menikah harta bertambah banyak dan semua masih atas nama Si A saya. Yang ingin saya tanyakan berapakah hak si Istri terhadap harta sedangkan beliau tidak memiliki anak. Apakah benar anak tirinya memiliki hak atas harta Si A. Dan pantaskah selama mereka masih berstatus suami istri, belum meninggal, belum bercerai sudah merebutkan soal harta. Terimakasih.

Wasalamualaikum, Wr. Wb

Muhammad Ade Irfan Pratama mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb.

Ustadz, ada seorang suami meninggalkan istri, 2 anak laki-laki, dan 2 anak perempuan, dan harta yang ditinggalkan 50 juta, bagaimana cara pembagian dan bagaimana cara menghitung rumus itu ustadz?

Mohon bantuannya ustadz

Wassalamualaikum wr wb.

Wasiun Mika mengatakan...

Alaikum salam wr. wb.
Sdr. Dansva, sebagai anak kakek, ibu anda adalah salah seorang ahli warisnya, beliau mendapatkan bagian dan hak dari semua harta peninggalan. Hanya besarannya tergantung:
1. Jumlah saudara lain dan jenis kelaminnya.
2. Urutan meninggal antara kakek dan anak-anaknya.

Wasiun Mika mengatakan...

BEREBUT HARTA SAAT SUAMI MASIH HIDUP ?
Alaikum salam wr. wb.
1. Harta warisan dibagikan jika si pemilik harta sudah meninggal, kalau si pemilik masih hidup, pemberiannya disebut hibah, shadaqah, infaq dll.
2. Jika suami meninggal, bagian isteri kedua adalah 1/8 dibagi 2, alias 1/16 (6,25%).
3. Anak tiri bukanlah ahli waris bapak, jadi tidak ada bagian untuknya.
Pantas atau tidak itu adalah masalah niat dan etika masing-masing.
Semoga bermanfaat.

Wasiun Mika mengatakan...

Untuk sdr. Muhammad Ade Irfan Pratama,
Alaikum salam wr. wb.
ahli waris dan pembagiannya adalah:
1. isteri: 6/48 (12,5%)
2. 2 anak perempuan masing-masing: 7/48 (14,58%)
3. 2 Anak laki-laki masing-masing: 14/48 (29,1%)

Herlina Saad mengatakan...

Assalamualikum tadz, ayah saya sudah meninggal 8 tahun yg lalu, meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak laik-laki, 3 orang anak perempuan hari ini kami ingin ibu membagikan dengan adil secara Islam, tolong bantu berapa saja bagian masing2, jazakumulloh.

Wasiun Mika mengatakan...

'Alaikum salam wr. wb.
Pembagian secara Islam adalah sbb.:1/8
- Isteri:
- 2 Anak laki-laki, masing-masing:2/8
- 3 Anak perempuan, masing-masing: 1/8

Mochamad Gian mengatakan...

assalamualaikum ustad

saya mau tanya, ayah mertua saya meninggal,beliau PNS guru,
meninggalkan kerabat sbb :
1 orang anak kandung perempuan (tunggal)
1 cucu laki laki
istri beliau sudah lama di cerai menurut agama( tetapi menurut negara masih belum )
ayah ibu mertua saya sudah meninggal
2 orang saudara laki laki kandung, dan
3 orang saudara perempuan kandung

mana saja yang menjadi ahli waris ? serta bagaimana perhitungannya jika beliau meninggalkan :

1 rumah (-/+ 300jt),
1 mobil
1 motor
Taspen (-/+ 80jt)

dan seingat saya sebelum meninggal mertua saya. beliau pernah bilang bahwa rumah itu mau dihibahkan untuk cucunya (anak saya+istri )
apakah sah hibah tersebut, sedangkan anak saya(cucunya masih bayi 5 bln) dan blm balik nama (atau hibah hanya 1/3 saja )?

dan satu hal lagi, mengenai TASPEN dan uang pensiun/ gaji berjalan 3 bulan stlh meninggal, apakah termasuk harta waris ? atau harta itu hanya milik anaknya saja? sesuai yg tertera ahli waris dari dinas pendidikan? mengingat harta tersebut baru ada setelah mertua saya meninggal.

mohon dibantu dengan sangat.
terima kasih
Mochamad G , Bandung

Wasiun Mika mengatakan...

Alaikum salam wr. wb.
Maaf, masalah anda kompleks, sebaiknya gunakan Konsultasi Waris Pribadi, karena perlu penggalian info lebih lanjut.

Widi Die mengatakan...

Assalamu'alaikum.wr.wb
Mohon bantuan nya...
Kakek dan nenek saya sdh meninggal beberapa tahun yang lalu, namun pembagian warisan baru akan dilakukan.
Kakek dan nenek mempunyai 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.
Saya adalah anak perempuan tunggal dari ALMARHUM BAPA yaitu anak laki-laki ke 3 dari kakek-nenek.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah sya termasuk ahli waris dari harta kakek-nenek? Dan bagaimana besaran pembagian ny?
Terimakasih, wassalam

Wasiun Mika mengatakan...

Alaikum salam wr.wb.
harta warisan nenek dan kakek adalah hak dari anak-anaknya saja, yakni:
a. 2 anak laki-laki masing-masing:1/3
b. 2 Anak perempuan masing-masing:1/6
Cucu terhalang mendapat warisan karena ada anak laki-laki, tapi bisa mendapatkan jatah bagian dari bapaknya/ibunya, sekiranya mereka menyusul meninggal.
wallaahu a'alam.

Wasiun Mika mengatakan...

Assalaamu'alaikum wr.wb.
Dikarenakan banyak tugas luar, waktu blogging ana di depan laptop sangat sempit sehingga lama sekali baru bisa menjawab pertanyaan pengunjung. Sekiranya ada yang hendak berkonsultasi waris, ana sarankan menggunakan fasilaitas KONSULTASI WARIS PRIBADI saja, karena langsung terhubung dengan hp yang mengikuti kemana saja ana pergi.Atau ke link ini http://www.jadipintar.com/2014/10/konsultasi-waris-islam-online.html
Mohon pengertian dari para penegak hukum waris Islam semuanya, jazaakumullaahu khaira.

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum wr wb
Mohon bantuannya dan pencerahan dari pak ustadz atas permasalahan waris yang sedang terjadi di kelg besar orang tua saya(ayah). Nenek kakek saya mempunyai 12 org anak
5 laki laki (3 telah meninggal lama, 2 hidup yaitu ayah saya dan satu kakak ayah yg melajang dan keterbelakangan mental
7 prempuan (3 telah meninggal lama dan 4 masih hidup)
Lalu setelah kakek nenek saya meninggal masing masing anak telah mendapatkan warisan, termasuk kakak ayah saya yg keterblakangan mental dan lajang.
Yang menjadi permasalahan adalah
Sudah 1 bulan yang lalu kakak ayah saya yang keterblakangan mental tsb meninggal. Beliau tidak menikah(sewaktu kakek nenek saya meninggal paman saya itu mendapatkan warisan tanah pekarangan yg nilainya kira kira 600jt). Lalu sekarang terjadi keribytan pembagian waris dr keluarga. Salah satunya adalah anak anak dan keponakan dari pak de saya meminta utuk dibagi warisnya. Mohon bantuan kejelasan siapa sajakah yang berhak menerima warisan dr harta tersebut mengingat harta yang diperoleh juga warisan dr kakek nenek saya. Apakah janda dari anak laki yg trlah meninggal lbh dahulu sblm pakde saya menibggal mendapatkan bagian? Begitu pula anak keturunan dr sodara perempuannya yang lebih dulu meninggal.

Trimakasih dan mohon bantuannya

Unknown mengatakan...

Assalammualikum
Saya mau nanya tentang hukum warisan.
Bapak dan ibu sya udh tiada dan meninggalkan 3 laki dan 2 perempuan lalu belum sempet bagi warisan kaka sya yg pertama meninggal tetapi meninggal kan istri dan anak yang saya tanya apakah kaka saya yang meninggal dapat warisan nya dari bapak atau tidak.
Mohon jawabanya secara hukum islam thx.

Wasiun Mika mengatakan...

Silakan lihat jawabannya di http://www.jadipintar.com/2016/03/kakak-yang-telah-meninggal-dunia-apakah-mendapat-hak-pembagian-waris.html

Wasiun Mika mengatakan...

Untuk unknown di atasnya yang bertanggal 26 Maret 2016, silakan lihat jawabannya di http://www.jadipintar.com/2016/03/orang-tidak-punya-isteri-dan-anak-kalau-meninggal-warisannya-untuk-siapa.html

Miftahul Ulum mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb
Mohon pencerahannya ustad.
saya telah dibelikan rumah oleh ibu angkat saya,yang sebagian uang itu memang orang tua angkat saya sebelumnya menjual rumah dr warisannya.yang kemudian membelikan saya rumah.untuk rumah sekarang ini sudah diatasnamakan saya,saat ini orang tua angkat saya meninggal semua.. apakah saudar/i orang tua angkat saya bisa menggugat rumah saya..

Wirda Lubis mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb

Saya ingin bertanya, mertua saya yg laki" baru saja meninggal dunia. Meninggalkan seorang istri (tiri), istrinya tsb punya anak laki" 1 org tp tidak dari rahimnya sendiri (angkat).
Almarhum juga meninggalkan 2 anak laki" dan 1 anak perempuan (kandung).

Bagaimana pembagian hartanya? Krn mertua perempuan saya berkata bahwa "harta suami harta istri, harta istri ya harta istri".

Ibu mertua saya jg mempunyai rumah dan mobil dengan atas nama dia dan dibeli pada saat berumah tangga dengan almarhum.
Apakah hak mertua saya? Apakah aset atas nama mertua saya tsb mmg hrs diserahkan kepadanya?

Terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb

Wasiun Mika mengatakan...

Alaikum salam, silakan lihat jawabannya di http://www.jadipintar.com/2016/04/pemberian-kepada-anak-angkat-bisakah-diminta-kembali.html

Wasiun Mika mengatakan...

Ibu Winda Lubis silakan lihat jawabannya di http://www.jadipintar.com/2016/04/anak-bawaan-isteri-atau-anak-tiri-apakah-mendapat-warisan-bapak-tirinya.html

noor mengatakan...

assalamu'alaikum wr wb,,,,
mohon minta saran..
kelurga saya sedang memiliki masalah tentang pembagian warisan
masalahmya seperti ini, sebelum meninggal ayah saya memiliki wasiat untuk membagi rata tanah peninggalannyan kepda ke 8 anaknya, tetapi anak yang satu ini adalah anak dari pernikahan ayah yang terdahulu. masalahnya salam sertifkat tersebut atas nama ayah cs saudara tiri saya. terus sekarang saudara tiri saya itu menuntut untuk meminta separoh dari warisan tadi, sedangkan saudara saya yang lain bersikeras untuk memegang wasiat dari almarhum. kami sudah melakukan beberapa kali musyawarah keluarga tetapi belum juga ada kesepakatan. bagaimana solusi dari saudara???

Wasiun Mika mengatakan...

Alaikum salam, silakan bapak lihat jawabannya di http://www.jadipintar.com/2016/04/perbedaan-dan-konsekuensi-hukum-antara-warisan-dan-wasiat.html

Ikha Purnama mengatakan...

Assalamuaalaikum wr.wb
Saya(19) sangat bingung dengan permasalahn kedua orang tua saya,kedua orang tua saya diambang perceraian,awalnya mama saya masih bisa tahan dengan sifat papa saya yg pemarah,tapi lambat laun papa saya sudah berani memukul mama saya,saya dan adik saya(10thn)sangat bingung dengan ondisi ini,saya dan adik saya tidak tau harus bagaimana.
Saya sangat dekat dengan mama,selama ini mama selalu mmbicarakn masalahnya dengan saya termasuk masalah papa saya yg memukulnya,selama ini mama saya tahan dengan sikap papa saya tapi setelah papa saya memukulnya akhirnya mama saya ingin bercerai,dan menanyakan pendapat saya,saya yg tudak tega melihat mama menderita saya langsung setuju dan menyuruh mama untuk bercerai saja.dan yg mama saya khawatirkan adalah rumah yg selama ini kami tempati,menurut mama saya,, dia tidak punya hak sama sekali atas rumah dan tanah yg ada di belakang rumah memgingat ada saya saya dan adik saya,krn papa sy ingin menjual sebidng tanah kosong yg ada d belakang rumah tapi mama saya menyuruh sy untuk mmprtahankan tanah tersebut.
Saya juga ingin mmpertnyakan siapa yg seharusnya meninggalkan rumah setelah perceraian itu?karena sepertinya papa saya juga tidak ingin meninggalkan rumah tersebut?saya juga tidak ingin mama meninggalkan rumah tersebut.mohon dijawab yah ,terima kasih assalamualaikum wr.wb

Suhadi Hadi mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb
pak ustadz saya ingin tahu penjelasannya, dari pertanyaan saya masalah waris/hibah.
saya mewakili dari keluarga istri saya yang mempunyai seorang paman dan tidak mempunyai anak beliau telah meninggal dunia dan sebelum meninggal beliau pernah berkata kepada keponakan yang di anggap anaknya sendiri bahwa telah menghibahkan tanah kepada 4 orang keponakannya yang sudah dianggap anak sendiri, beliaupun waktu masih hidup pernah berkata bahwa segera di urus nama sertifikat masing-masing yg mendapat hibah dan sampai akhirnya meninggal sampai sekarang sertifikat masih atas nama almarhum, selain itu almarhum mempunyai saudara kandung dengan bertempat tinggal jauh bagaimana penjelasan pa ustadz mengenai permasalahan ini. terima kasih
wassalamu'alaikum wr.wb

Faiza Ulil Abshar Ash Shafa mengatakan...

Assalamualaikum warohmatullah, ustad saya hendak konsultasi

Kakek mempuyai 2 anak perempuan. Anak perempuan pertama sudah meninggal lebih dulu dari orang tuanya, dan mempunyai 2 anak, anak pertama laki-laki dan adiknya perempuan. Anak laki-laki(Cucu laki-laki dari anak perempuan yang sudah meninggal) ingin mendapatkan warisan dari kakek yang banyak, karena ia merasa sebagai cucu laki-laki.

pertanyaannya; Apakah cucu kakek dari anak perempuan yang sudah meninggal lebih dahulu dari orang tuanya (Kakek) ini mendapatkan warisan?

Wasiun Mika mengatakan...

'Alaikum salam Wr. Wb.
Silakan lihat jawabannya di http://www.jadipintar.com/2016/08/sahkah-hibah-yang-surat-suratnya-masih-atas-nama-pemberi-yang-sudah-meninggal-dunia.html

Wasiun Mika mengatakan...

alaikum salam, mbak Faisa silakan lihat jawabannya di http://www.jadipintar.com/2016/08/apakah-bagian-ahli-waris-yang-meninggal-lebih-dulu-bisa-diturunkan.html

«Terlama ‹Lebih tua   201 – 245 dari 245   Lebih baru› Terbaru»