AYO MENGHAFAL AL-QUR'AN: Mari bergabung menjadi penghafal Al-Qur'an dalam grup whatsapp dengan metode MANDIRI: 1.Sistematis, 2. Informatif 3. Simpel; Info & Pendaftaran Ikhwan klik MUSHAF1 dan Akhawat klik MUSHAFAH 1KONSULTASI WARIS ISLAM. Butuh solusi masalah waris keluarga online dan cepat ? klik KONSULTASI

Do'a Ingin Mendapatkan Keturunan / Anak

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Garis keturunan merupakan keturunan langsung atau pertalian darah dari garis keturunan langsung. Sebagai contoh, hubungan orang tua kandung dengan anaknya atau hubungan anak, ayah, dan kakek.Tujuan berumah tangga salah satunya adalah ingin beroleh keturunan. Anak adalah buah kasih sayang orang tua, yang dengannya orang tua mencurahkan perhatian, waktu, materi dan berbagi kebahagiaan. Tetapi bagaimana jadinya jika sudah bertahun-tahun berumah tangga tapi belum punya anak ? 
Janganlah berputus asa dari rahmat Allah, lakukanlah aneka ikhtiar seperti :
  • Konsultasi kepada ahli medis untuk mengetahui penyebab fisik jika memang ada kelainan.
  • Berpola hidup sehat, misalnya rajin berolah raga, menghindari/mengurangi makanan yang bersantan, berlemak, dll.
  • Rajin dan tekun berdo'a kepada Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Penyayang.
Bagaimana jika serangkaian usaha itu tetap tidak membawa hasil ?
  • Berbaik sangkalah kepada Allah; boleh jadi ini ujian yang sengaja Allah berikan pada rumah tangga anda atau menurut pengetahuan Allah anda akan lebih taqwa kepada Allah jika tidak mempunyai keturunan.
  • Atau boleh jadi Allah hendak mengganti rahmatnya dengan jenis rahmat lain, misalnya kecukupan harta, kelancaran usaha, sukses karir,  keharuman nama baik, dll.
  • Banyak Beristighfar Jangan lupa iringi doa anda dengan banyak beristighfar dan memohon ampun kepada Allah. Karena Allah menjanjikan banyak hal bagi orang yang banyak istighfar, salah staunya adalah anak. Allah menceritakan ajakan Nabi Nuh kepada umatnya, فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا* يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا* وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا   istighfarlah kepada Rabb-mu karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan menciptakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12).


1. Do'a Dari Al-Qur'an

  1. Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata,هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِي "Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh”. (QS. Ash Shaffaat: 100). Ini adalah do’a yang bisa dipanjatkan untuk meminta keturunan, terutama keturunan yang sholeh. Dalam Zaadul Masiir (7/71), dijelaskan maksud ayat tersebut oleh Ibnul Jauzi "Ya Rabbku, anugerahkanlah padaku anak yang sholeh yang nanti termasuk jajaran orang-orang yang sholeh.” Asy Syaukani  mengatakan apa yang dikatakan oleh para pakar tafsir, “Ya Rabb, anugerahkanlah padaku anak yang sholeh yang termasuk jajaran orang-orang yang sholeh, yang bisa semakin menolongku taat pada-Mu”.Jadi yang namanya keturunan terutama yang sholeh bisa membantu seseorang semakin taat pada Allah.
  2. Seseorang yang telah dewasa dan menginjak usia 40 tahun memohon pada Allah, رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ    "Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Ahqof: 15).
  3. Do’a ini juga berisi permintaan kebaikan pada anak dan keturunan.‘Ibadurrahman (hamba Allah Yang Maha Pengasih) berdo’a, رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا     .." Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqon: 74).  Al Qurtubhi rahimahullah berkata, ليس شيء أقر لعين المؤمن من أن يرى زوجته وأولاده مطيعين لله عز وجل.  “Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya taat pada Allah ‘azza wa jalla.” Perkataan semacam ini juga dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/333).


2. Hadits Tentang Do'a Minta Keturunan

Nabi kita saw. pernah mendo’akan anak Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik r.a. dengan do’a, :   
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480). Dari sini seseorang bisa berdo’a untuk meminta banyak keturunan yang sholeh pada Allah,  
  اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي 
"Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri."
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ketika ditanya, bolehkah orang yang lama tidak dikaruniai anak memohon kepada Allah denagn doa Zakariya di surat Al-Anbiya.
Jawaban beliau,
Tidak masalah melantunkan doa seperti yang disebutkan. Dan jika dia berdoa dengan selain teks ini, seperti membaca :
اللهم ارزقني ذرية طيبة ، اللهم هب لي ذرية صالحة
“Ya Allah, berilah aku keturunan yang baik, anugrehkanlah aku keturunan yang shaleh.”
Atau doa-doa yang semisal, semuanya baik. Contoh doa lainnya adalah firman Allah
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ
Ya Allah, anugrehkanlah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Memperkenankan Doa.” (QS. Ali Imran: 38).(Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 8:423).

3. Kisah Nabi Zakaria Minta Anak

Kapankah Allah SWT akan memberikan aku seorang putra?” Pertanyaan tersebut selalu mengusik pikiran Nabi Zakaria. Betapa tidak, usianya semakin tua, rambutnya telah berubah semua dan kondisinya semakin melemah. Kalau Allah tidak memberinya seorang putra “Siapakah yang akan melanjutkan dakwahku sepeninggalku nanti?”
Memang nabi Zakaria AS telah mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya untuk membimbing masyarakat ke jalan Allah yaitu mengajak mereka menyembah Allah dan melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Namun usahanya itu belum dapat dikatakan berhasil karena masih banyak diantara anggota masyarakat dan keluarganya sendiri yang mengingkarinya. Untuk itulah nabi Zakaria berkeinginan memiliki putra yang kelak akan meneruskan dakwahnya sepeninggalnya nanti.
Sebenarnya sejak memasuki gerbang pernikahan, Nabi Zakaria sudah mendambakan kehadiran seorang putra. Namun sampai memasuki usia senja, keinginan beliau belum juga terpenuhi. Walaupun demikian, nabi Zakaria tidak pernah putus asa untuk selalu meminta dan berdoa kepada Allah. Ia percaya, sekalipun istrinya juga sudah lanjut usia dan seorang wanita mandul, jika Allah menghendaki niscaya mereka akan memiliki anak juga.
Suatu waktu masuklah Nabi Zakaria menemui keponakannya yang masih kecil, Maryam yang selalu menyepi dalam mihrab (tempat shalat). Beliau mendapatkan makanan, minuman dan buah-buahan yang lezat terhidang dimeja keponakannya. Nabi Zakaria bukan main herannya. Sebab, setahunya Maryam sepanjang waktu selalu bersujud kepada Allah dan tidak seorangpun yang diperbolehkan masuk kecuali maryam dan dirinya sendiri. Lebih mengherankan lagi buah-buahan yang terhidang itu adalah buah-buahan yang biasanya muncul pada musim panas, sedangkan saat itu adalah musim dingin.
“Dari mana engkau dapatkan semua rezeki ini?” tanya nabi Zakaria heran. “Allah SWT” jawab Maryam. “Dia memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.” Setelah melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang ditampakkan pada diri Maryam, semakin besarlah optimisme nabi Zakaria untuk memperoleh keturunan.
Tatkala Zakaria memperhatikan bahwa Allah telah memberikan rezeki kepada Maryam berupa buah-buahan musim dingin di musim panas dan buah-buahan musim panas di musim dingin, maka ia pun sangat ingin mendapatkan seorang anak meski ia telah lanjut usia, dan istrinyapun sudah tua lagi mandul.
Kemudian beliau berdo'a . Allah berkenan mengabulkan do'anya, ketika ia sedang berdiri shalat di mihrabnya, Allah menyampaikan kabar gembira lewat Malaikat bahwa Allah menganugeriahinya seorang putera yang diberi nama YAHYA.
Diabadikan Al-Qur'an dalam Surah Ali-Imran : 38 - 41
هُنَالِكَ دَعَا زَڪَرِيَّا رَبَّهُ ۥ‌ۖ قَالَ رَبِّ هَبۡ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً۬ طَيِّبَةً‌ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ 
Di sanalah Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a". (38).
 فَنَادَتۡهُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ وَهُوَ قَآٮِٕمٌ۬ يُصَلِّى فِى ٱلۡمِحۡرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحۡيَىٰ مُصَدِّقَۢا بِكَلِمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَسَيِّدً۬ا وَحَصُورً۬ا وَنَبِيًّ۬ا مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
Kemudian Malaikat [Jibril] memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab [katanya]: "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran [seorang puteramu] Yahya, yang membenarkan kalimat [yang datang] dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri [dari hawa nafsu] dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh." (39).
 قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَـٰمٌ۬ وَقَدۡ بَلَغَنِىَ ٱلۡڪِبَرُ وَٱمۡرَأَتِى عَاقِرٌ۬‌ۖ قَالَ كَذَٲلِكَ ٱللَّهُ يَفۡعَلُ مَا يَشَآءُ
Zakariya berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isterikupun seorang yang mandul?" Berfirman Allah: "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya". (40).
قَالَ رَبِّ ٱجۡعَل لِّىٓ ءَايَةً۬‌ۖ قَالَ ءَايَتُكَ أَلَّا تُڪَلِّمَ ٱلنَّاسَ ثَلَـٰثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمۡزً۬ا‌ۗ وَٱذۡكُر رَّبَّكَ ڪَثِيرً۬ا وَسَبِّحۡ بِٱلۡعَشِىِّ وَٱلۡإِبۡڪَـٰرِ 
Berkata Zakariya: "Berilah aku suatu tanda [bahwa isteriku telah mengandung]". Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah [nama] Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari". (41)
Semoga bermanfaat.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                            
Dirangkum dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar: