Jumat, 29 Agustus 2014

Penyebab Blog Dihukum Google dan Langkah-Langkah Mengatasinya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
LIVE STORY
data histats.com
Data Pengunjung jdc dari Histats.com,
 Tanda Panah Adalah  Lamanya Masa Hukuman.
Hari itu Senin 28 Juli 2014, Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah, hari yang sangat membahagiakan seluruh umat Islam se dunia, betapa tidak setelah sebulan berpuasa tibalah saatnya umat Islam merayakan hari kemenangan, Saling mengucapkan selamat dan saling meminta maaf. Tapi hari itu juga terasa pahit dari sisi saya sebagai seorang blogger, betapa tidak, karena pada hari itu juga google menghukum blog saya tanpa permisi, jumlah pengunjung blog jadipintar.com yang semula di kisaran 1000-an perhari anjlog menjadi sekitar 140-200-an saja. Penderitaan jpc belum berakhir sampai di situ, 22 buah link eksternal yang mengarah ke blog ini pun direnggutnya juga. Saya tidak habis pikir, lebaran-lebaran begini google bukannya murah maaf, eh... malah menjatuhi hukuman, apa google tidak pemaaf ? atau jangan-jangan malah tidak kenal lebaran !!! Terlalu...........

Analisa Penyebab

Berdasarkan pitutur para blogger senior, bahwa mesin pencari google bisa mengabaikan bahkan menendang blog kita dari daftar pencarian (search engine) dikarenakan beberapa hal seperi di bawah ini:
1.Spamming Keyword: pengulangan kata kunci hingga berulang-ulang
2.Invisible Keyword: Tehnik penyamaran warna kata kunci dengan warna background situs (menjebak agar pembaca meng-klik link tanpa sengaja).
3.Link Farm: Halaman yang berisi banyak link keyword menuju halaman situs lain.
4.Domain Cloaking: Tehnik menyembunyikan alamat situs (domain) asli pada tampilan browser.
5. Page Hijacking: Copy-paste/penyalinan halaman sebuah situs ke situs lan.
Dari kelima kemungkinan di atas, nomor 5 yakni copas halaman itulah yang telah saya lakukan, dan kesalahan itulah rasanya yang berakibat jpc dihukum.
Sebenarnya jpc tidak suka copas, tapi menjelang puasa dan Lebaran karena kegiatan "dunia nyata" bakal padat, sementara inginnya terus rutin terbitin artikel, maka jpc mengambil jalan pintas copas dari situs lain untuk kategori "Shahabat". Judul dirubah, tata letak distandarkan jpc, gambar pun dirubah, tapi isi redaksi tetap. semuanya berjumlah 37 artikel dari berbagai situs, dan itulah biang keladinya !!!

Langkah-Langkah Mencari Pengampunan

Berdasarkan pengalaman para blogger yang pernah menjadi napi google, katanya usaha apapun tidak akan mempan untuk mengakhiri hukuman, sampai google sendiri yang melepaskan. Tapi karena blog ini sudah terlanjur dinamakan jadipintar, maka pantang bagi jpc untuk menyerah, harus ada upaya apapun untuk mencari solusi, siapa tahu bisa jadi ilmu bagi jpc dan juga pembaca yang lain, begitu pikir saya. Maka mulailah saya mencoba-coba langkah sbb.:
1. Minggu 1 - 3 jpc rutin mengirim artikel orsinil, fresh tanpa bumbu copas. Anggapannya ini penebus kesalahan kemarin, jpc sudah memperbaiki diri. Namun hingga 3 minggu ditunggu tidak ada perubahan, google masih belum memaafkan kesalahan, bahkan 17 agustusan yang para napi koruptor dan narkoba saja dapat remisi, jpc tetap tidak dihiraukan.
2. Minggu ke-4, tepatnya tanggal 25 Agustus saya mencoba sebuah langkah yang menurut saya adalah langkah terakhir, jika tidak mempan, maka saya akan tawakkal, karena sudah tidak punya ide lagi. Langkah tersebut adalah: 
-Menghapus  27 buah dari 37 artikel yang dicopas.
-Menghapus beberapa link URLs jpc dengan mengklik, site:www.jadipintar.com. Broken link dan link-link URLs yang tidak bisa dirayapi googlebot saya hapus, jumlah semuanya 156 URLs.
Dan besoknya, 26 Agustus 2014 pukul 8.00 pagi, saya melihat Histats.com, pengunjung blog sudah 91, padahal pada saat dihukum jam segitu biasanya baru dapat 18-an pengunjung. Dan hingga tulisan ini dibuat, jumlah pengunjung blog harian sudah normal di angka semula, kisaran 1000. Ahamdulillaaah, setelah 4 minggu merana, akhirnya.....

Kesimpulan

  1. Sebisa mungkin menghindari atau meminimalisasi copas dari situs lain, apalagi copas full 100 %, jika hendak copas sebaiknya sebagian saja, lalu adakan perubahan agar tidak sama seperti sumbernya, dan jangan lupa minta ijin atau sertakan link sumber aktif.
  2. Dalam kasus saya di atas, keberhasilan keluar dari hukuman google belum tentu karena langkah-langkah yang saya lakukan, boleh jadi memang sudah berakhirnya masa hukuman dari google secara otomatis. Allaahu a'lam.
Semoga pengalamana ini bermanfaat untuk sesama blogger.