Minggu, 23 November 2014

Arti dan Makna Kata "Asy-Syaithan" dan "Ar-Rajim" Menurut Tafsir

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Tafsir  Istilah dalam al-Qur'an.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ 
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

Pengertian Asy-Syaithan

Dalam bahasa Arab, kata syaithan berasal dari kata (شطن ) Syathana yang berarti jauh. Jadi tabi'at syaitan itu sangat jauh dengan tabi'at manusia. Dan karena kefasikannya itu ia sangat jauh dari kebaikan. Ada juga yang mengatakan bahwa kata syaithan itu berarsal dari kata (شاط) Syaatha yang berarti terbakar, karena ia diciptakan dari api. Dan ada juga yang mengatakan bahwa kedua makna itu benar, tetapi makna yang pertama lebih tepat.
Menurut Sibawaih, bangsa Arab mengatakan "تشيطن فلان" (tasyaithana fulaan) apabila si fulan itu berbuat seperti perbuatan setan. Jika kata syaitan itu berasal dari kata شاط tentunya mereka akan mengatakan "تشيط" (tasyaitha). Maka menurut pendapat yang benar, kata syaitan itu berasal dari kata شطن yang berarti jauh. Oleh karena itu mereka menyebut syaitan untuk setiap pendurhaka baik dari kalangan jin, manusia maupun hewan
Allah Ta'ala telah berfirman: 
وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّ۬ا شَيَـٰطِينَ ٱلۡإِنسِ وَٱلۡجِنِّ يُوحِى بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٍ۬ زُخۡرُفَ ٱلۡقَوۡلِ غُرُورً۬ا‌ۚ 
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan [dari jenis] manusia dan [dari jenis] jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu [manusia] ... (Q.S. Al-An-'Am: 112).
  • Dalam Musnad Imam Ahmad, disebutkan sebuah hadits dari Abu Dzar r.a., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: 'Wahai Abu Dzar, mohonlah perlindungan kepada Allah dari keburukan syaitan-syaitan dari jenis jin dan manusia.' lalu aku bertanya: 'Apakah ada setan dari jenis manusia?' Beliau menjawab: 'Ya, ada." [1].
  • Dan dalam shahih Muslim diriwayatkan sebuah hadits yang juga dari Abu Dzar, ia berkata: "Rasulullah saw. bersabda: 'Sesuatu yang dapat membatalkan shalat adalah wanita, keledai, dan anjing hitam.' Kemudian aku bertanya:'Wahai Rasulullah, mengapa anjing hitam dan bukan anjing merah atau anjing kuning?' Beliau menjawab: 'Anjing hitam itu adalah syaitan.'[2].
  • Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab mengendarai kuda tarik, namun kuda itu berjalan pelan, maka 'Umar pun memukulnya (supaya jalan cepat). Namun kuda itu justeru berjalan semakin pelan. 'Umar pun turun dan berkata:"Tidaklah kalian membawakan kepadaku kecuali syaitan. AKu turun darinya kaarena perasaanku merasa tidak enak." [3].

Pengertian Ar-Rajiim

Ar-Rajiim berwazan (berpola-pen) فعيل (subyek) bermakna مفعول / obyek, maknanya bahwa syaitan itu terkutuk dan terjauh dari segala kebaikan.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala;
وَلَقَدۡ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِمَصَـٰبِيحَ وَجَعَلۡنَـٰهَا رُجُومً۬ا لِّلشَّيَـٰطِينِ‌ۖ 
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan,... (Q.S.al-Mulk: 5). Juga firman Allah Ta'ala dalam Surah ash-Shaaffaat: 6-10:
إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِزِينَةٍ ٱلۡكَوَاكِبِ (٦) وَحِفۡظً۬ا مِّن كُلِّ شَيۡطَـٰنٍ۬ مَّارِدٍ۬ (٧) لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰ وَيُقۡذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ۬ (٨) دُحُورً۬ا‌ۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ۬ وَاصِبٌ (٩) إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ فَأَتۡبَعَهُ ۥ شِہَابٌ۬ ثَاقِبٌ۬ 
Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, (6) dan telah memeliharanya [sebenar-benarnya] dari setiap syaitan yang sangat durhaka, (7) syaitan-syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan [pembicaraan] para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. (8) Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, (9) akan tetapi barangsiapa [di antara mereka] yang mencuri-curi [pembicaraan]; maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. (10)

Juga firman Allah Ta'ala dalam surah al-Hijr: 16-18: 
وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجً۬ا وَزَيَّنَّـٰهَا لِلنَّـٰظِرِينَ (١٦) وَحَفِظۡنَـٰهَا مِن كُلِّ شَيۡطَـٰنٍ۬ رَّجِيمٍ (١٧) إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ فَأَتۡبَعَهُ ۥ شِہَابٌ۬ مُّبِينٌ۬ (١٨)
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang [di langit] dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang [nya], (16) dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk, (17) kecuali syaitan yang mencuri-curi [berita] yang dapat didengar [dari malaikat] lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (18).

Ada juga yang berpendapat bahwa رجيم (rajiim) bermakna راجم (raajim), karena ia mengganggu manusia dengan waswas dan bisikan. Hanya saja makna yang pertama lebih masyhur dan lebih tepat. [A).

Keterangan:

Hampir setiap kata Syaithan yang terdapat di dalam al-Qur'an berarti iblis, bala tentara, dan keturunannya, kecuali hanya satu ayat saja yang memberikan arti berbeda yakni dalam surah al-Baqarah : 14.
وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ إِلَىٰ شَيَـٰطِينِهِمۡ قَالُوٓاْ إِنَّا مَعَكُمۡ إِنَّمَا نَحۡنُ مُسۡتَہۡزِءُونَ
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok"
Kata syaithan dalam ayat di atas berarti pemuka dan pembesar dari kalangan pendeta Yahudi.[B].
Semoga bermanfaat.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                   “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi:
Al-Qur'an Online
[A]. Tafsir Ibnu Katsir jilid I hal.55-58, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penertbi: Pustaka Ibnu Katsir.
[B]. Tanya Jawab Tentang Al-Qur'an hal.78, Qasim Asyur, Penerbit: Pustaka al-Kautsar.
[1]. Ahmad (V/178) [Dha'if).
[2]. Muslim (I/365) lihat shahih Muslim (no.510) dan Sunan Abi Daud (n0,702).
[3]. Tafsir Ath-Thabary (I/111) Sanadnya shahih.