Kamis, 18 Desember 2014

Hukum Non-Muslim Masuk Negeri Islam dan Masjidnya

Obama masuk Istiqlal, 10 nop 2010.
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Sungguh keadaan Umat Muslim saat ini sudah seperti yang digambarkan Nabi saw."Ibarat buih di lautan" besar jumlahnya tapi mudah diombang-ambingkan. Negara Arab Saudi yang seharusnya menjadi pusat Islam dan tonggak tauhid kini telah dikontaminasi oleh kebobrokan sistem hukum buatan dan keberadaan tentara Amerika. Pada awalnya pihak kerajaan Arab Saudi meminta bantuan terhadap kaum kuffar dalam hal kekuatan militer untuk melindungi diri dari invasi Irak. Setelah perkara tersebut selesai, kependudukan Amerika masih saja bercokol di Negara tersebut, ini hanya sebuah contoh saja, di luar Arab Saudi juga banyak negara-negara berpenduduk mayoritas muslim bekerja sama dan tunduk di bawah kedigdayaan negara-negara kafir.
Bagaimanakah pandangan Islam, mengenai masuknya orang kafir ke negeri-negeri Muslim dan memasuki masjidnya ?
Para ahli Fikih ikhtilaf (berbeda pendapat) tentang masalah ini. 
Dalam hubungannya dengan non muslim, negara Islam dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu:

1. Al-Haram (Tanah Suci).

Orang non-muslim dengan alasan apapun tidak diperbolehkan (haram) masuk ke kawasan ini, baik dia orang dzimmi atau musta'man, berdalil kepada firman Allah Ta'ala: 
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسٌ۬ فَلَا يَقۡرَبُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَـٰذَا‌ۚ وَإِنۡ خِفۡتُمۡ عَيۡلَةً۬ فَسَوۡفَ يُغۡنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۤ إِن شَآءَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَڪِيمٌ۬ 
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S.At-Taubah: 28).
Adapun mengenai utusan/duta orang kafir, pendapat ulama adalah sbb.:
  • Utusan kafir dilarang masukAsh-Syafi'i, Ahmad dan Malik berpegang. Kalau datang seseorang utusan dari negara kafir sedang imam berada di Tanah Haram, maka tidak boleh diperkenankan baginya masuk ke Tanah Haram, tetapi hendaknya dia (imam) keluar dari situ atau mengutus seseorang kepada utusan (negara kafir, pen.) itu untuk mendengarkan risalah yang dibawanya. 
  • Boleh masuk tapi tidak menetap. Abu Hanifah dan Ahli Kufah membolehkan Mu'abad memasuki Tanah Haram dan tinggal di situ sebagai musafir dan tidak boleh menetap. Abu Hanifah juga membolehkan masuknya seseorang diantara mereka ke Ka'bah.

2. Sebagian negara Islam (Jazirah Arab). 

Peta Jazirah Arab.

Batasnya antara Yamamah, Yaman, Najd dan madinah Asy-Syarifah. Adapula yang berpendapat sebagiannya Tihamah dan sebagiannya kawasan Hijaz. Dan pendapat lain mengatakan semua kawasan Hijaz.

Yang menjadi dalil jumhur (banyak ahli fikih) adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Umar, bahwasanya dia telah mendengar Rasulullah saw. bersabda:
لأُخْرِجَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى مِنْ جَزِيـرَةِ الْعَرَبِ حَتَّـى لاَ أَدَعَ إِلاَّ مُسْلِمًا
"Aku akan keluarkan Yahudi dan Nasrani dari jazirah Arab. Tidak akan kubiarkan tinggal di situ kecuali orang Islam." 
Pada riwayat lain selain dari Muslim ditambahkan: " ... dan mewasiatkan." maka sabdanya: 
أَخْرِجُوا اْلمُشْرِكِيْنَ مِنْ جَزِيْرَةِ اْلعَرَب.
"Keluarkanlah orang-orang musyrik dari jazirah Arab."
Abu bakar tidak merasa lega dengan keadaan mereka. Umar pun pada masa pemerintahannya mengusir mereka, dan mengusir mereka yang datang untuk berdagang.
Dari Ibnu syihab, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: 
لا يجتمع دينان في جزيرة العرب
"Tidak akan bertemu (ada) dua agama di jazirah Arab." (Dikeluarkan oleh Imam Malik di dalam Al-Muwaththa, kedudukannya mursal).
Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir, berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: 
إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِى جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ
"Sesungguhnya setan telah putus asa karena (tidak ada lagi) yang menyembahnya di jazirah Arab, tetapi ia senang menghasut (mengadu domba) mereka."
Pendapat Para Ulama tengan batas jazirah Arab:
  • Al-Harbi berpendapat; Termasuk Hijaz, maka non muslim masuk ke Tanah Hijaz dengan ijin, tetapi mereka tak boleh tinggal lebih dari kebiasaan tinggalnya musafir, yaitu tiga hari.
  • Abu Hanifah berkata: mereka tidak dicegah tinggal di situ dan menetap.
  • Sai'id bin Abdul Azizi berkata: Jazirah Arab adalah antara Wadi dan Ujung Yaman, sampai kepada Takhum dan sampai kepada Laut."
  • Yang lainnya berkata: Batas jazirah Arab dari ujung (Adn Ibiyan) sampai ke perkampungan Irak, panjangnya dari Jeddah dan sekitarnya sampai dengan tepi laut sampai ke ujung Syam, lebarnya.

3. Seluruh negara Islam (Selain poin 1 dan 2). 

Boleh bagi orang kafir tinggal di situ dengan perjanjian atau sebagi dzimmah atau aman. Adapun mengenai boleh tidaknya mereka masuk ke dalam masjid, para ulama berbeda pendapat sebagai berikut 
  • Boleh Dengan izin. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke masjid kecuali dengan izin orang muslim (Pendapat Syafi'i).
  • Boleh tanpa izinMereka boleh masuk ke masjid tanpa izin (Abu Hanifah).
  • HaramMereka tidak boleh masuk dengan alasan apapun. (Malik dan Ahmad).
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ      
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.
Sumber:
Fikih Sunnah 11 hal. 145-148, Sayyid Saabiq, Penerbit: PT.Al-Ma'arif-Bandung.