Kamis, 18 September 2014

Makna Penggalan Huruf Hijaiyah Di Awal Surat dan Hikmahnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Tafsir al-Qur'an Surah al-Baqarah ayat 1
الٓمٓ
Alif laam miim [Q.S. Al-Baqarah: 1]
ayat mutasyabihat
Huruf Hija di Awal Surah.
Surah al-Baqarah dimulai dengan penyebutan secara terpisah tiga huruf dari alphabet bahasa Arab: Alif, Lam dan Mim.
Apa maknanya ?
Sejak dahulu hingga kini ulama-ulama al-Qur'an berbeda pendapat, ada yang memahaminya sebagai nama sebuah surah, atau cara yang digunakan Allah untuk menarik perhatian pendengar tentang apa yang akan dikemukakan pada ayat-ayat berikutnya, ada lagi yang memahami huruf-huruf yang menjadi pembukan surah-surah al-Qur'an sebagai tantangan kepada yang meragukan al-Qur'an. Seakan-akan tantangan tersebut berbunyi: "Redaksi kitab suci ini terdiri dari huruf-huruf semacam huruf-huruf tersebut yang kamu juga mengetahuinya. Karena itu cobalah buat seumpama al-Qur'an dengan menggunakan huruf-huruf serupa. Kamu pasti tidak akan mampu, baik dari segi redaksi maupun kandungannya."
Allaahu a'lam.

Termasuk Kelompok Mutasyabihat

Ayat penggalan huruf hijaiyyah ini dimasukkan dalam kategori ayat mutasyabihat (mengandung beberapa pengertian, sulit dipahami maknanya atau hanya Allah saja yang mengetahuinya).
Mutasyabihat berasal dari kata yang bermakna "serupa." Bila ada sesuatu yang serupa dengan yang lain, maka ia mutasyabih.
Muhammad bin Ishaq bin Yasar berkata: "Di dalamnya berisi hujjah Allah, pedoman bagi para hamba, dan menolak bantahan yang bathil. Ayat-ayat ini berisikah hal-hal yang harus diyakini, dimungkinkan padanya untuk diuraikan, diubah bahkan ditakwil. Allah menguji para hamba-Nya dengan ayat-ayat tersebut sebagaimana Dia menguji mereka dalam masalah halal dan haram. Ayat tersebut tidak boleh dibawa kepada makna yang bathil dan tidak boleh diselewengkan dari kebenaran. Sebagaimana firman Allah Ta'ala:
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ مِنۡهُ ءَايَـٰتٌ۬ مُّحۡكَمَـٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلۡكِتَـٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَـٰبِهَـٰتٌ۬‌ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمۡ زَيۡغٌ۬ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَـٰبَهَ مِنۡهُ ٱبۡتِغَآءَ ٱلۡفِتۡنَةِ وَٱبۡتِغَآءَ تَأۡوِيلِهِۦ‌ۗ وَمَا يَعۡلَمُ تَأۡوِيلَهُ ۥۤ إِلَّا ٱللَّهُ‌ۗ وَٱلرَّٲسِخُونَ فِى ٱلۡعِلۡمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ۬ مِّنۡ عِندِ رَبِّنَا‌ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab [Al Qur’an] kepada kamu. Di antara [isi]nya ada ayat-ayat yang muhkamaat  itulah pokok-pokok isi Al Qur’an dan yang lain [ayat-ayat] mutasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran [daripadanya] melainkan orang-orang yang berakal. (Q.S. Ali-Imran: 7).

Pendapat Para Ulama Tafsir

  • Penggalan huruf-huruf yang terdapat pada awal beberapa surat adalah huruf-huruf yang hanya Allah saja yang tahu maksudnya. Pendapat seperti ini juga diriwayatkan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ibnu Mas'ud r.a
  • Ada yang mengatakan bahwa huruf-huruf itu adalah nama-nama surat al-Qur'an; ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah huruf-huruf pembuka yang dengannya Allah membuka al-Qur'an.
  • Ibnu Abbas mengatakan bahwa diantara penafsiran yang sesat ialah orang yang menafsirkan حم dan عسق dengan ح = Perang antara Ali dan Mu'awiyahم=Wilayah al-Mirwaniyah ع=Wilayah 'Abasiyah,  س=wilayah Sofyaniyah, dan   ق=Qudwah Mahdi.
  • Khasif meriwayatkan dari Mujahid ia mengatakan: "Pembuka seluruh surat-surat al-Qur'an ialah طسم ، حم، ص، ق dan آلر dan huruf-huruf hijaiyah lainnya. Sebagian ahli bahasa Arab mengatakan: "Ia adalah huruf-huruf mu'jam. Allah mencukupkan menyebut sebagian darinya dan tidak menyebutkan selebihnya yang seluruhnya berjumlah 28 huruf, sebagaimana seseorang mengatakan: 'Anakku dapat menulis huruf  ..... ا، ب، ت، ث " artinya, anak tersebut bisa menulis 28 huruf-huruf hijaiyyah, hanya saja ia menyebutkan sebagian saja." Demikianlah yang diberitakan oleh Ibnu Jarir [1].
  • Ibnu Katsir mengatakan bahwa jumlah keseluruhan huruf-huruf yang disebutkan di awal surat dengan tidak menghitung  huruf yang disebutkan lebih dari satu kali (tanpa pengulangan-pen.) adalah 14 hurufyaitu: ا، ل، م، ص، ر، ك، ه، ي، ع، ط، س، ح، ق، ن    Semua huruf-huruf itu dapat dikumpulkan dalam sebuah kalimat : نص حكيم قاطع له سر (nashshun hakiimun qaati'un lahuu sirrun) yang artinya: Teks mulia yang bersifat pasti dan memiliki rahasia.

Hikmah Adanya Penggalan Huruf Hijaiyyah.

  1. Menunjukkan mu'jizat al-Quran dan menjelaskan bahwa makhluk tidak bisa membuat tandingannya. Padahal ia hanyalah rangkaian dari penggalan huruf-huruf yang biasa mereka gunakan dalam percakapan sehari-hari.(Madzab ini telah disampaikan oleh ar-Razi dalam tafsirnya dari al-Mubarrid dan sejumlah ahli tahqiq). Al-Qurthubi mernghikayatkan dari al-Fara' dan Qathrb yang semakna dengan madzhab di atas. Dan pendapat ini didukung oleh az-Zamakhsyari dalam kitab al-Kasysyafnya dan ia mendukung penuh pendapat ini. Dan pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam Abul 'Abbas Ibnu Taimiyah dan al-Hafizh al-Mujahid Abul Hajjaj al-Mizzi.
  2. Huruf-huru tersebt tidak disebutkan keseluruhannya di awal al-Qur'an, namun penyebutannya diulang-ulang untuk menguatkan tantangan dan ketidakmampuan manusia menyainginya. Sebagaimana halnya beberapa kisah yang penyebutannua diulang-ulang. Dan telah diulang-ulang juga tantangan dari Allah secara terang-terangan dalam banyak ayat. Ada yang disebutkan satu huruf saja, misalnya: ص، ن، ق , ada yang disebutkan 2 huruf seperti: حم , ada yang disebutkan 3 huruf seperti: آلم , ada yang 4 huruf seperti:المر dan المص, ada yang 5 huruf seperti كهيعص  dan حم عسق . Karena demikianlah uslub (metode) bahasa Arab dalam pembentukan kalimat. Ada yang 1 huruf, 2, 3, 4, dan 5, tidak ada yang lebih dari itu. (Az-Zamakhsyari).
  3. Setiap surat yang dibuka dengan huruf-huruf ini pasti disebutkan di dalamnya kemenangan al-Qur'an dan penjelasan tentang kehebatan dan kebesarannya. Hal itu dapat diketahui melalui penelitian. Itulah yang ditemui dalam 29 surat. Misalnya:
الٓمٓ - ذَٲلِكَ ٱلۡڪِتَـٰبُ لَا رَيۡبَ‌ۛ فِيهِ‌ۛ هُدً۬ى لِّلۡمُتَّقِينَ 
Alif laam miim (1) Kitab  [Al Qur’an] ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (2) [Q.S. Al-Baqarah: 1-2].
الٓمٓ (١) ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَىُّ ٱلۡقَيُّومُ (٢) نَزَّلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ مُصَدِّقً۬ا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوۡرَٮٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ (٣
Alif laam miim. (1) Allah, tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya (2) Dia menurunkan Al Kitab [Al Qur’an] kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, (3)[Q.S. Ali-Imran: 1-3].
الٓمٓصٓ (١) كِتَـٰبٌ أُنزِلَ إِلَيۡكَ فَلَا يَكُن فِى صَدۡرِكَ حَرَجٌ۬ مِّنۡهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ (٢
Alif laam miim shaad (1) Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu [kepada orang kafir], dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (2) [Q.S. al-A'raf: 1-2].
الٓر‌ۚ ڪِتَـٰبٌ أَنزَلۡنَـٰهُ إِلَيۡكَ لِتُخۡرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡ إِلَىٰ صِرَٲطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ
Alif laam raa. [Ini adalah] Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, [yaitu] menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (Q.S. Ibrahim: 1).
حمٓ (١) تَنزِيلٌ۬ مِّنَ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٢
Haa Miim (1) Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (2)[Q.S. Fushshilat: 1-2].
Dan ayat-ayat lain yang menunjukkan kebenaran pendapat para ulama tersebut bagi siapa saja yang mau menelitinya.
Semoga bermanfaat. 
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                            “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
Tafsir Ibnu Katsir jilid I hal. 110-113, Syaikh Syafiyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[1]. Al-Majma' (VI/180)